Ardhiatama, William Fortunatus Dani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Iman kepada Allah yang Adil dalam Kitab Habakuk: Pesan Teologis tentang Keteguhan Iman di Tengah Tantangan Zaman Ardhiatama, William Fortunatus Dani
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 11 (2024): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i11.2517

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi dan merefleksikan secara mendalam konsep iman kepada Allah yang adil menurut perspektif Nabi Habakuk. Tema utama dalam Kitab Habakuk adalah keadilan Allah di tengah situasi ketidakadilan yang dialami oleh umat pilihan-Nya. Habakuk adalah sosok yang berusaha memahami imannya dalam konteks tantangan zaman. Bagi Habakuk, iman bukanlah sekadar keyakinan yang bebas dari pertanyaan atau keraguan, melainkan sebuah dialog aktif dengan Allah untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang kehendak-Nya. Melalui dialog ini, Habakuk menyadari bahwa Allah bekerja dengan cara dan waktu yang melampaui pemahaman manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi literatur yang mencakup analisis konteks historis Kitab Habakuk, kajian literer atas teks, serta pemahaman teologis tentang iman dan keadilan Allah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa iman yang sejati menurut Habakuk adalah iman yang mencerminkan komitmen etis. Iman ini menuntut keteguhan, kesetiaan, serta kesediaan untuk memenuhi kehendak Tuhan dalam tindakan nyata sehari-hari. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pemahaman iman yang matang dapat menjadi sumber kekuatan di tengah ketidakpastian hidup. Dengan demikian, Kitab Habakuk menawarkan pesan relevan bagi setiap orang yang bergulat dengan pertanyaan tentang keadilan dan pemeliharaan ilahi di dunia yang penuh tantangan.
Media Sosial dan Kesehatan Mental: Tinjauan Teologi Siber Dalam Konteks Orang Muda Katolik Keuskupan Denpasar Ardhiatama, William Fortunatus Dani
Jurnal Masalah Pastoral Vol 13 No 1 (2025): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v13i1.192

Abstract

The focus of this study is to examine the impact of social media on the mental health of Catholic Youth in the Diocese of Denpasar from the perspective of cyber theology as proposed by Antonio Spadaro. Social media has now become an inseparable part of young people's daily lives. Its presence significantly influences human life today, particularly the youth. Therefore, it is crucial to observe and respond wisely to the presence of social media along with its effects. This research employs a qualitative research method, using in-depth interviews with respondents representing the Catholic Youth of the Diocese of Denpasar. The collected data is then analyzed through the lens of cyber theology as conceptualized by Antonio Spadaro. The findings reveal that while social media can broaden relationships, increase access to information, and serve as a medium for deepening faith, it can also affect the mental health of young people if not used wisely and responsibly. Efforts to address the potential negative impacts of social media must be undertaken earnestly. The Church is also called to be actively involved in this context through its pastoral mission. It is invited to be a welcoming home and an engaged community to support young people in navigating the challenges posed by social media.
Menjaga Hati, Menemukan Identitas Refleksi Teologi Biblis-Komparatif Amsal 4:23 dan Yoh 7:38 dan Implikasinya bagi Pergulatan Kaum Muda di Era Digital Ardhiatama, William Fortunatus Dani; Isharianto , Rafael
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.284

Abstract

Fokus artikel ini adalah menafsirkan dan merefleksikan makna “hati” sebagaimana dipresentasikan dalam Amsal 4, 23 dan Injil Yohanes 7, 38 dalam konteks perjuangan identitas yang dihadapi kaum muda dewasa ini. Realitas krisis identitas di antara kaum muda di era digital merupakan kenyataan yang tak terelakkan. Mereka sering gagal dalam menguasai diri dan kehidupan batin mereka, yang berujung pada perilaku yang merugikan.Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegese komparatif, dimana kedua teks biblis tersebut dikaji secara kritis dan dikaitkan dengan realitas sosial kontemporer yang dihadapi oleh kaum muda. Temuan utama dari kajian ini menunjukkan bahwa hati merupakan jantung kehidupan manusia, dari mana semua aktivitas manusia bersumber. Karena itu hati harus selalu dijaga dengan tekun dan diarahkan kepada Kristus. Hati yang diarahkan kepada Kristus akan menghasilkan banyak buah. Dalam konteks dewasa ini menjaga hati bagi kaum muda berarti mengembangkan disposisi batin untuk penguasaan diri. Dengan penguasaan diri kaum muda akan mampu merawat hati mereka di dalam Kristus, dan dengan demikian menemukan makna hidup, identitas sejati mereka, dan panggilan luhur hidupnya.
Menjaga Hati, Menemukan Identitas Refleksi Teologi Biblis-Komparatif Amsal 4:23 Dan Yoh 7:38 Dan Implikasinya Bagi Pergulatan Kaum Muda Di Era Digital Ardhiatama, William Fortunatus Dani; Isharianto , Rafael
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.279

Abstract

Fokus artikel ini adalah menafsirkan dan merefleksikan makna “hati” sebagaimana dipresentasikan dalam Amsal 4, 23 dan Injil Yohanes 7, 38 dalam konteks perjuangan identitas yang dihadapi kaum muda dewasa ini. Realitas krisis identitas di antara kaum muda di era digital merupakan kenyataan yang tak terelakkan. Mereka sering gagal dalam menguasai diri dan kehidupan batin mereka, yang berujung pada perilaku yang merugikan.Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegese komparatif, dimana kedua teks biblis tersebut dikaji secara kritis dan dikaitkan dengan realitas sosial kontemporer yang dihadapi oleh kaum muda. Temuan utama dari kajian ini menunjukkan bahwa hati merupakan jantung kehidupan manusia, dari mana semua aktivitas manusia bersumber. Karena itu hati harus selalu dijaga dengan tekun dan diarahkan kepada Kristus. Hati yang diarahkan kepada Kristus akan menghasilkan banyak buah. Dalam konteks dewasa ini menjaga hati bagi kaum muda berarti mengembangkan disposisi batin untuk penguasaan diri. Dengan penguasaan diri kaum muda akan mampu merawat hati mereka di dalam Kristus, dan dengan demikian menemukan makna hidup, identitas sejati mereka, dan panggilan luhur hidupnya.