Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ORIENTASI MASA DEPAN DALAM MEMBENTUK KEPUASAN HIDUP ANAK BINAAN DI LPKA KELAS I BLITAR Anur Muhamad
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i1.6437

Abstract

Studi ini meneliti hubungan antara orientasi masa depan dan kepuasan hidup di kalangan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 102 anak binaan berusia 14-18 tahun.Dengan menggunakan Kuesioner Orientasi Masa Depan dan Skala Kepuasan Hidup, studi ini mengungkapkan korelasi positif yang signifikan antara orientasi masa depan dan kepuasan hidup (r = 0,48, p < 0,001). Analisis regresi menunjukkan bahwa orientasi masa depan secara signifikan memprediksi kepuasan hidup (β = 0,48, p < 0,001), menjelaskan 23% varians dalam kepuasan hidup.Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa dimensi motivasi masa depan (r = 0,41, p < 0,001) dan perencanaan masa depan (r = 0,37, p < 0,001) memiliki korelasi terkuat dengan kepuasan hidup. Studi ini tidak menemukan perbedaan signifikan dalam orientasi masa depan dan kepuasan hidup berdasarkan jenis kelamin, usia, atau jenis tindak pidana. Namun, anak binaan yang telah lebih lama berada di lembaga cenderung memiliki orientasi masa depan (r = 0,28, p < 0,01) dan kepuasan hidup (r = 0,24, p < 0,05) yang lebih tinggi. Temuan ini menekankan pentingnya memupuk orientasi masa depan yang positif, terutama dalam hal motivasi dan perencanaan, sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis anak binaan. Penelitian ini menyarankan bahwa program rehabilitasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan orientasi masa depan dapat secara signifikan meningkatkan kepuasan hidup dan berpotensi berkontribusi pada reintegrasi yang sukses ke dalam masyarakat.Implikasi penelitian ini meluas pada perancangan dan implementasi intervensi peradilan anak, menekankan perlunya program yang menumbuhkan visi masa depan yang positif dan melengkapi para pelanggar muda dengan alat yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka. Penelitian ini berkontribusi pada upaya yang lebih luas untuk menciptakan sistem peradilan anak yang lebih manusiawi dan restoratif di Indonesia.