This study explores the application of constructivism theory in the Independent Curriculum through 3D ASMBLR media on photosynthesis material. The focus of the study was to determine how 3D ASMBLR media can improve the understanding of fourth grade students of SDN 198/VI Ulak Makam, Tabir Ilir District, Merangin Regency. In constructivism-based learning, students play an active role in building knowledge through direct experience and social interaction. The Independent Curriculum provides flexibility in learning, in line with the objectives of 3D ASMBLR media which presents interactive visualizations to clarify complex photosynthesis concepts. This research method involved 25 students and consisted of three stages: planning, implementation, and evaluation. Data were obtained through observation, questionnaires, and evaluation tests before and after learning. The results showed a significant increase in student understanding and engagement. The average student score increased from 65 to 85 after using 3D ASMBLR. In addition, 92% of students reported that this media helped their understanding, while 88% felt more confident in group discussions. ASMBLR 3D media not only makes the learning process more interesting but also encourages collaboration and the development of critical skills and digital literacy. However, challenges in the form of technical issues and training needs for teachers are still found. Overall, this study confirms that the integration of technology in the Merdeka Curriculum can enrich the learning experience and significantly improve educational outcomes.. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi penerapan teori konstruktivisme dalam Kurikulum Merdeka melalui media ASMBLR 3D pada materi fotosintesis. Fokus penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana media ASMBLR 3D dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN 198/VI Ulak Makam, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin. Dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme, siswa berperan aktif dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, sejalan dengan tujuan media ASMBLR 3D yang menghadirkan visualisasi interaktif untuk memperjelas konsep fotosintesis yang kompleks. Metode penelitian ini melibatkan 25 siswa dan terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan tes evaluasi sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterlibatan siswa. Skor rata-rata siswa meningkat dari 65 menjadi 85 setelah menggunakan ASMBLR 3D. Selain itu, 92% siswa melaporkan media ini membantu pemahaman mereka, sementara 88% merasa lebih percaya diri dalam diskusi kelompok. Media ASMBLR 3D tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik tetapi juga mendorong kolaborasi dan pengembangan keterampilan kritis serta literasi digital. Kendati demikian, tantangan berupa masalah teknis dan kebutuhan pelatihan bagi guru masih ditemukan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka dapat memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan hasil pendidikan secara signifikan.