Artikel ini mendeskripsikan tentang konsep-konsep pendidikan yang membebaskan yang digagas oleh tokoh pendidikan terkenal, yakni A.S Neill. Kebebasan dalam pendidikan atau yang dalam istilah free will ini seakan semu dan susah sekali untuk diwujudkan. Entah faktor apa yang melatar belakangi hal ini atau karena memang benar kata Paulo Freire bahwa pendidikan dijadikan untuk mencapai kepentingan pribadi tertentu, sehingga siswa atau pelajar yang terlibat dalam dunia pendidikan dibungkam dan dilarang untuk memilih apa yang dia sukai untuk dipelajari, seperti kuda yang dipakaikan kacamata hitam di kedua matanya sehingga tidak bisa bergerak sesuai kehendaknya. Karena jika tidak demikian, maka dia akan menjadi segerombolan pemberontak yang akan mengancam kedudukannya di kemudian hari. Kurikulum merdeka telah dicetuskan sebagai salah satu upaya meningkatkan potensi-potensi yang dimiliki oleh masing-masing siswa, namun sejauh ini pengimpelementasian kurikulum merdeka tidak jauh berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya, yakni memaksa, tidak menghargai, dan membunuh kodrat alamiah siswa, lantas bagaimanakah esensi dari pendidikan merdeka itu?. Hal inilah yang melandasi penulis untuk melakukan penelitian tentang konsep pendidikan yang membebaskan yang digagas oleh A.S Neill sebagai salah satu upaya untuk menjelaskan esensi dari pendidikan yang membebaskan atau merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research dengan rujukan utama, yakni tulisan dari A.S Neill yang dikutip dalam buku berjudul Menggugat Pendidikan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa esensi pendidikan merdeka menurut A.S Neill adalah membebaskan siswa untuk belajar sesuai dengan minatnya dan menghargai kodrat alamiah siswa.