Bhuana, Egi Bhakti
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko Operasional dalam Merencanakan Strategi Operasional (Studi Kasus pada Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Cimahi) Bhuana, Egi Bhakti; Sumartini, Sumartini; Sofia, Alfira
JURNAL ILMU MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis. September 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jimb.v8i2.12660

Abstract

Cara untuk mencegah kegagalan dalam faktor internal, sumber daya manusia, sistem, dan eksternal. Pengujian kendaraan bermotor adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memeriksa atau menguji kendaraan bermotor agar memenuhi persyaratan teknis kelayakan. Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan kota Cimahi belum menerapkan manajemen risiko operasional secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan pada organisasi dalam mengidentifikasi risiko, kemungkinan dan dampak risiko, serta bagaimana penerapan strategi berkaitan dengan penanganan risiko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik wawancara digunakan dalam proses identifikasi risiko kepada tiga orang ahli, sedangkan kuesioner digunakan dalam proses analisis risiko kepada sepuluh orang diantaranya lima orang ahli dan lima orang petugas pengujian. Risiko yang dapat diidentifikasi dari hasil wawancara terdapat 38 risiko, faktor sistem sebanyak 13 risiko, faktor manusia sebanyak 7 risiko, faktor eksternal sebanyak 8 risiko, dan faktor internal sebanyak 10 risiko. Berdasarkan hasil analisis yang didapat dari penyebaran kuesioner terdapat 1 risiko dengan tingkatan “Rendah” yang menggunakan pendekatan strategi Risk Acceptence, 20 risiko dengan tingkatan “Medium” yang menggunakan pendekatan strategi Risk Reduction, 13 risiko dengan tingkatan “Tinggi” yang menggunakan pendekatan strategi Risk Sharing dan 4 risiko dengan tingkatan “Ekstrim” yang menggunakan pendekatan strategi Risk Avoidance.Â