Tanjung Turaini, Ni Nyoman
Balai Bahasa Jawa Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTUK, FUNGSI , DAN MAKNA TRADISI LISAN “MABEBASAN” DALAM UPACARA KEAGAMAAN DI JAWA TIMUR (Form, Function, and Meaning of The Oral Tradition “Mabebasan” in Religious Ceremony in East Java) Tanjung Turaini, Ni Nyoman
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i2.171-180

Abstract

Dharma Gita adalah lagu-lagu keagamaan atau lebih dikenal dengan nyanyian tentang nilai- nilai kebenaran. Nyanyian ini berfungsi sebagai media untuk mengembangkan nilai keagamaan karena di dalamnya terkandung sastra-sastra agama. Yang termasuk dalam Dharma Gita adalah Seloka, Palawakya, Kakawin, Kidung, dan Geguritan. Melagukan nyanyian-nyanyian keagamaan di Bali disebut makidung, makakawin, mageguritan atau mamutru. Bila makakawin disertai dengan memberikan arti dan ulasan, kegiatan itu disebut mabebasan. Mabebasan merupakan seni tradisional masyarakat (Hindu) di Bali, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat-istiadat sehari-hari. Seni mabebasan hampir selalu hadir pada setiap pelaksanaan upacara keagaamaan. Sebagai seni tradisional, mabebasan saat ini berkembang dengan pesat dalam masyarakat. Salah satu di antaranya adalah Mabebasan Utsawa Dharma Gita, yaitu membaca ayat-ayat suci dari kitab Weda yang diselenggarakan di tingkat kabupaten, propinsi, dan tingkat nasional. Makalah ini bertujuan untuk mengungkapkan makna yang terkandung dalam lirik nyanyian atau kidung yang dilantunkan dalam kegiatan tersebut. Pemaknaan akan diungkapkan melalui proses kajian hermeneutik dengan harapan dapat mengupas nilai-nilai keagamaan bagi kehidupan sosial budaya masyarakat Hindu, khususnya di Jawa Timur, sebagai medium untuk mempertahankan kearifan lokal yang terdapat dalam lingkungan masyarakat sebagai khazanah memperkaya budaya nasional.Abstract: Dharma Gita is a religious song, or better known as the singing of the true values. This song serves as a medium to develop the religious value because it contains a religious  literature. What is included in the Dharma Gita is Seloka, Palawakya, Kakawin Kidung and Geguritan.Singing religious songs in Bali is called makidung, makakawin, mageguritan  or mamutru.  W h en  ma ka ka win is  accompanied by  giving meaning and  reviews, the  called mabebasan. Mabebasan is the traditional art community (Hindism) in Bali that cannot be sepa- rated  from the customs of everyday ‘s life . Art mabebasan is mostly presented   at every religious ceremony . As a traditional art, mabebasan is currently growing rapidly in the community. One of them is mabebasan Utsawa Dharma Gita, the  reading of holy verses from the Vedas usually  held in the district, provincial, and national levels. a ct i vi t y  a re This paper is aimed at  revealing  the meaning contained in the lyrics of the song  sung in these activities. Meaning will be obtained  through a review process intended to find out religious values to social and cultural life of the Hindu community, especially in East Java. It is used  as a medium to preserve local wisdom existed  in the community as a treasure to enrich the national culture.