Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Keindependensian KPK pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 36PUU-XV2017 Aprilia, Fatimah
Riau Law Journal Vol 8, No 1 (2024): Riau Law Journal
Publisher : Faculty of Law, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/rlj.v8i1.8240

Abstract

Knowing the dynamics of the KPK’s independence after the Constitutional Court decision Number 36/PUU-XV/2017 is the aim of this research. Apart from that, the aim of Knowing the dynamics of the KPK’s independence after the Constitutional Court decision Number 36/PUU-XV/2017 is the aim of this research. Apart from that, the aim of establishing an independent KPK institution is to create a government free of corruption and limit the excessive reach of executive power. The findings of this research clarify how the KPK is positioned as a state institution based on Constitutional Court Decision Number 36/PUU-XV/2017 which places it under the executive branch of government. This raises problems with institutional relations within the KPK. Therefore, the DPR’s right to inquiry submitted to the Corruption Eradication Committee is an implementation of the legislative oversight role carried out by the executive agency. Apart from that, this decision is the basis for changes to the KPK Law which reaffirms the position of the KPK as a state executive institution. In relation to the Corruption Eradication Commission and political power, it would be better if the members themselves chose the Chairman of the Corruption Eradication Commission rather than the DPR.
Konsep Pemimpin Menurut Sayyid Quthb dan M Quraish Shihab dalam Tafsir Fi Zhilal Al-Quran dan Tafsir Misbah Zainul Muttaqien, Moh; Syawwaludin Nur , Muhammad; Aprilia, Fatimah
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v1i3.186

Abstract

Kepemimpinan sebenarnya merupakan sebuah tanggung jawab dan tugas yang teramat berat. Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah dan menjadi pemimpin bukanlah tujuan hidup. Namun pada kenyataannya banyak pula orang yang mengangkat diri sebagai pemimpin. Baik itu di kalangan mahasiswa, organisasi, maupun di lingkungan masyarakat umumnya. Namun sikap ambisi untuk menjadi pemimpin itu ternyata masih banyak yang melenceng dari cara-cara yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Penelitian ini adalah penelitian tentang al-Qur’ân dan tafsir, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) dan sifatnya adalah deskriptif. Untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan objek penelitian, maka penulis menggunakan pendekatan metode maudhû’îy (tematik) dan muqâran (komparatif). Dalam proses pengumpulan data, penulis mengumpulkan, membaca, mencatat dan mengutip dan membandingkan hasil dari data-data tersebut. Sumber data yang digunakan ada dua macam yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer pada penelitian ini adalah al-Qur’ân al-Karim, buku Tafsîr al-Misbâh, dan buku Tafsîr Fî Zhilâl al-Qur’ân. Adapun sumber sekudernya yaitu buku-buku dan literatur yang berkaitan dengan judul ini. Setelah data terkumpul, kemudian penulis melakukan proses analisa. Adapun dalam analisis data, penulis menggunakan metode kualitatif dan content analysis. Adapun perbedaan dari kedua tafsir ini terdapat pada sikap dan pandangan terhadap pengikut pemimpin yang kafir juga kepemimpinan wanita yang dianggap sebagai beban tambahan untuk mereka. Dengan demikian jika seorang pemimpin telah memenuhi syarat dan memiliki sifat-sifat hasanah yang ditonjolkan dalam setiap tindakannya, Insya Allah pemimpin tersebut mampu menciptakan masyarakat yang islami dan menjadikan negaranya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr