Hidayat, S.Pd., M.Hum., Sarip
Balai Bahasa Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI SANGKURIANG DALAM GODI SUWARNA (Transformation of Sangkuriang in Godi Suwarna’s) Hidayat, S.Pd., M.Hum., Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i2.253-266

Abstract

Sangkuriang dikenal sebagai tokoh dalam legenda orang Sunda. Tokoh ini kemudian banyak ditransformasikan ke dalam berbagai karya sastra. Salah satu karya sastra yang mentransformasikan tokoh ini adalah fiksi mini karya Godi Suwarna. Enam karyanya dalam buku Lalakon Awon, Godi Suwarna mentransformasikan tokoh ini menjadi seorang tukang perahu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur teks, transformasi, dan pemaknaannya. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa struktur cerita Sangkuriang bentuknya sederhana, baik dari segi alur, tokoh, maupun latarnya. Selain itu, transformasi ditengarai terjadi berupa ekspansi dan konversi. Adapun makna yang didapatkan umumnya tentang kearifan memaknai hidup.Abstract: Sangkuriang is known as a main figure in the legend of the Sundanese people. The figure has been transformed into various literary works. One of the literary works transforming it is a short fiction by Godi Suwarna. In the six works in the book of  “Lalakon”, he transformed the figure into a boatman. This study aims to describe the structure of the text, the transformation, and the meaning. The result of the research finds that the structure of the Sangkuriang  story is simple in terms of plot, character, and its background. In addition, the transformations occur in the form of expansion and conversion. Moreover, the meaning of the stories is mostly about life wisdom.
PANDANGAN DUNIA ORANG SUNDA DALAM TIGA NOVEL INDONESIA TENTANG PERANG BUBAT (Sundanese World View in Three Indonesian Novels about Bubat War) Hidayat, S.Pd., M.Hum., Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i1.104-120

Abstract

Penelitian ini membahas pandangan dunia orang Sunda yang terdapat dalam tiga novel Indonesia tentang Perang Bubat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan struktural. Melalui analisis terhadap alur dan pengaluran, penokohan, latar, serta sudut pandang, penulis menggali pandangan dunia orang Sunda yang hadir dalam ketiga novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ketiga novel tersebut, para tokohnya memperlihatkan pola tindak, pola tutur, dan pola pikir yang mengarah pada pandangan dunianya tentang kepemimpinan dan harga diri; perempuan dan arti cinta, kepasrahan, serta kebahagiaan. Hal tersebut ditunjukkan oleh para tokoh setelah melalui berbagai peristiwa yang kemudian mengubah jalan hidup mereka karena terjadi konflik dalam Perang Bubat.Abstract:  This research discusses Sundanese world  view in three Indonesian novels about Bubat War. This study uses qualitative methods and structural approaches. Through the analysis of plot, characterization, setting, and point of view, the author explores the Sundanese world view presented in the three novels. The results reveal that in the three novels, the characters show the act pattern , speech pattern, and mindset leading their world view on leadership and self-esteem: women as well as the meaning of love, surrender, and happiness. Those are shown by the characters through series of events changing their lives because of conflict in Bubat War.