Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SMARTFEST: Ruang Gelar Karya dan Aktualisasi Pendidikan Multikultural di SMAN 1 Jamblang Nadia, Nadia; Khoeriyah, Fathul; Naylacitra, Gayyutri; Irmawati, Ina; Nur Fauziah, Nabilah
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 10 No 1 (2025): Educasia, 10(1), April 2025
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v10i1.298

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan yang bertujuan membangun sikap toleransi, penghargaan, dan pemahaman terhadap keberagaman budaya. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Jamblang, Kabupaten Cirebon, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pelaksanaan program Smartfest (SMANJA Art Festival) sebagai ruang gelar karya dan media aktualisasi pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Smartfest mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, dan toleransi di kalangan siswa. Program ini menjadi ajang bagi siswa untuk menampilkan karya-karya terbaik yang dikemas dengan sentuhan budaya lokal, sehingga tidak hanya mendorong pengembangan potensi individu tetapi juga melestarikan kebudayaan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya kegiatan berbasis budaya lokal sebagai sarana mendukung pendidikan multikultural. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain dalam merancang kegiatan serupa yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai multikultural dan pelestarian budaya lokal.
Strategi Pembinaan Santri Non-Mukim di Pesantren Jegongan Manfaat Khoeriyah, Fathul; Alimi, Moh Yasir
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 8, No 02 (2026): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v8i02.18321

Abstract

Contemporary pesantrens have developed in response to modernity and digitalisation. Santri non-mukim, who attend activities at the Jegongan Manfaat pesantren but do not live there, face challenges such as inconsistent commitment, minimal supervision, and attachment to other areas, such as school, work, and family. This study uses Pierre Bourdieu's practice-based theory of habitus, capital, and field to analyse strategies for nurturing non-resident students at the Jegongan Manfaat pesantren. A qualitative research method involving observation, in-depth interviews, and documentation was employed using a case study approach. The results show three main strategies: community-based mentoring through age-based segmentation to strengthen solidarity; an interpersonal approach involving persuasive discussion and personal guidance; and implementing a contemporary Islamic education curriculum that connects religious studies with modern issues. Repetitive social practices and intense interactions allow religious values to be internalised, forming the habitus of non-resident students. These findings emphasise the role of contemporary pesantrens as effective environments for shaping religious attitudes in the face of modern challenges.