Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Kenaikan Muka Air Laut di Belawan Arrisha Anggraini; Ahmad Perwira Mulia; Gina Cynthia R Hasibuan; M. Faisal
Jurnal Syntax Admiration Vol. 4 No. 8 (2023): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v4i8.682

Abstract

Climate change can cause an increase in sea temperatures which will have an impact on sea level rise due to the expansion of sea water volume and melting ice at the poles. Rising sea levels pose a threat to areas in coastal and coastal areas, one of which is Medan Belawan District. One of the impacts is tidal flooding. Tidal floods caused by high tides are then exacerbated by the phenomenon of rising sea levels so that it becomes a factor in increasing tidal flood inundation. The purpose of this study is to analyze sea level rise in Medan Belawan District by processing tidal data for 2012-2022 and sea level anomalies for 1993-2022 in the rate of sea level rise. The method used to calculate the tidal component uses the Admiralty method, sea level rise uses the linear regression method. The results of this study show that the value of sea level rise based on tidal data is 0.22 mm/year and 4.5 mm/year based on altimetry satellite data.
ANALISIS TIPE PASANG SURUT DI BELAWAN MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY Anggraini, Arrisha
Jurnal Elektro dan Telkomunikasi Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Teknik Elektro dan Telkomunikasi
Publisher : Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Medan Belawan memiliki Pelabuhan Belawan yang merupakan pelabuhan terbuka untuk perdagangan internasional, regional dan nasional. Kota Medan dikenal sebagai pintu gerbang Indonesia bagian Barat, karena pelabuhan Belawan merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Utara, terutama untuk arus keluar masuk barang dan penumpang melalui angkutan laut. Penentuan Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tipe pasang surut di Belawan, Sumatera Utara. Data pasang surut yang digunakan merupakan data Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dari tanggal 02 Oktober 2024 sampai dengan 30 Oktober 2024. Perhitungan pasang surut dilakukan menggunakan metode admiralty untuk analisis harmonik. Berdasarkan data pengolahan menggunakan metode admiralty (29 piantan) dihasilkan sembilan komponen pasang surut dan menunjukkan nilai bilangan formzahl sebesar 0,235. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa tipe pasang surut di daerah Belawan (Sumatera Utara) merupakan pasang surut harian ganda, dimana dalam sehari mengalami dua kali air pasang dan dua kali air surut yang hampir sama tingginya.
ANALISIS KAPASITAS DUKUNG TANAH FONDASI TAPAK PERSEGI PANJANG BERDASARKAN METODE TERZAGHI DAN PECK Tarigan, Yunike Wulandari Br; Anggraini, Arrisha; Sundari, Risky Fajar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.51796

Abstract

Fondasi tapak merupakan salah satu elemen penting dalam sistem struktur bawah yang berfungsi menyalurkan beban bangunan ke tanah dasar secara aman dan stabil. Kapasitas dukung tanah menjadi faktor utama dalam menentukan dimensi dan stabilitas fondasi. Penelitian ini menganalisis kapasitas dukung tanah pada fondasi tapak berbentuk empat persegi panjang berdasarkan metode empiris yang dikembangkan oleh Terzaghi dan Peck (1943). Parameter yang digunakan meliputi berat isi tanah (γ), kedalaman fondasi (Df), lebar fondasi (B), panjang fondasi (L), serta kohesi tanah (c). Perhitungan dilakukan untuk memperoleh nilai kapasitas dukung ultimit (qu) yang menjadi dasar penentuan kapasitas dukung izin (qa) dengan memperhitungkan faktor keamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kedalaman fondasi dan berat isi tanah berpengaruh signifikan terhadap kenaikan kapasitas dukung, sedangkan rasio B/L memengaruhi distribusi tekanan kontak di bawah fondasi. Kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan fondasi dangkal yang efisien dan aman sesuai dengan kondisi tanah setempat.
Peningkatan Kompetensi Menggambar Teknik Digital Siswa SMK Melalui Pelatihan AutoCAD Berbasis Praktik Langsung Anni Zahara Putri; Arrisha Anggraini; Rizky Simanjuntak; Ummu Salamah; Heri Franata Sitorus; Hindra Karamah Putra Handana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14345

Abstract

Digital technical drawing competency based on AutoCAD proficiency represents an essential requirement for students pursuing construction-related vocational training to successfully transition into professional practice. This study reports on a community service intervention implemented at SMK Negeri 1 Lubuk Pakam, designed to systematically enhance students' competencies in digital technical drawing through hands-on AutoCAD training. The program engaged 26 Grade XI students specializing in Building Construction Engineering over a single training day. The instructional methodology integrated pre-assessment, instructor-led demonstration, structured laboratory-based practical training, and post-assessment evaluation. Comparative analysis of pre-test and post-test performance scores revealed substantive improvements in students' mastery of fundamental AutoCAD operations, 2D technical drawing procedures, layer organization protocols, and the application of technical dimensioning and annotation conventions. Qualitative feedback indicated that participants perceived the training as beneficial for their academic coursework completion and preparation for professional competency certification examinations. These findings substantiate the efficacy of intensive, hands-on AutoCAD training as a time-efficient and pedagogically sound intervention for advancing vocational students' technical competencies in digital drawing applications.
Analisa Bill Of Quantity Take Off (Volume) Pada Pembangunan Sekolah Rakyat Serdang Bedagai Monica Agnes Marbun; Refina Olivia Simamora; Rista Lumbantoruan; Ronal Regen Silitonga; Edo Barlian; Melvi Maulita Napitupulu; Arrisha Anggraini
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10210

Abstract

Bill of Quantity (BOQ) merupakan dokumen penting dalam manajemen proyek konstruksi yang berfungsi untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mendokumentasikan seluruh kuantitas pekerjaan yang akan dilaksanakan. Penyusunan BOQ yang akurat sangat diperlukan karena menjadi dasar dalam estimasi biaya, pengadaan material, perencanaan sumber daya, serta pengendalian pelaksanaan proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses perhitungan volume pekerjaan dan penyusunan Bill of Quantity pada proyek konstruksi gedung berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang tersedia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif melalui studi dokumen, yaitu dengan melakukan identifikasi item pekerjaan, perhitungan volume berdasarkan gambar perencanaan, pengelompokan pekerjaan sesuai klasifikasi konstruksi, serta penyusunan daftar kuantitas pekerjaan dalam format BOQ. Data yang digunakan meliputi gambar arsitektur, struktur, dan dokumen teknis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan BOQ memerlukan ketelitian tinggi dalam menginterpretasikan gambar kerja dan menentukan metode perhitungan volume yang sesuai untuk setiap item pekerjaan. BOQ yang tersusun secara sistematis mampu memberikan informasi kuantitas pekerjaan yang akurat sehingga dapat mendukung proses estimasi biaya dan pengendalian proyek secara efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Bill of Quantity memiliki peranan yang sangat penting dalam tahap perencanaan proyek konstruksi karena dapat meningkatkan akurasi perhitungan kebutuhan pekerjaan, meminimalkan potensi kesalahan estimasi, serta menjadi dasar yang andal dalam penyusunan anggaran biaya proyek.
Pemanfaatan Limbah Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) Sebagai Agregat Kasar Beton Ringan: Systematic Literature Review Arrisha Anggraini; Wenny Herdianti; Ivana Christine Sembiring Brahmana; Titonik Feberman Hia; Melvi Maulita Napitupulu; I Gede Wyana Lokantara
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 10 No. 2 (2026): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/thjvb146

Abstract

Plastic waste, particularly polyethylene terephthalate (PET) from beverage bottles, constitutes a major source of non-biodegradable waste that is difficult to decompose and poses long-term environmental risks. The utilization of polyethylene terephthalate (PET) waste as a partial replacement for coarse aggregate in concrete offers a dual benefit: reducing plastic waste while conserving natural aggregates and decreasing concrete density for lightweight applications.This study systematically examines the mechanical properties of polyethylene terephthalate (PET)-based concrete through a systematic literature review following the PRISMA 2020 protocol, covering publications from 2018 to 2026. A literature search was conducted across the SINTA, Portal Garuda, Google Scholar, and Scopus databases, yielding 155 initial articles. After a rigorous screening process, 7 experimental studies met the inclusion criteria, namely those that utilized polyethylene terephthalate (PET) as a coarse aggregate substitute and reported quantitative data on compressive strength and/or density. The synthesis reveals a consistent trend in which increasing polyethylene terephthalate (PET) content reduces compressive  strength (ranging from 13–20 MPa at 5–10% substitution and 7–10 MPa at >25%) as well as density (1,645–1,900 kg/m³), resulting in lightweight non-structural concrete. A combination of PET and rice husk ash achieved an optimal compressive strength of 24.85 MPa. Substitution levels of 5–10% are most suitable for semi-structural elements, whereas levels above 25% are optimal for non-structural applications such as partition panels and precast drainage channels. 
Analisis Quantity Take-Off Pile Cap dan Tie Beam Berdasarkan Gambar Kerja Proyek Sekolah X Afriyani Siburian; Ival Ardyansyah Gultom; Muhammad Rafa Rizqi Lubis; Thya Ifhada Tambunan; Edo Barlian; Melvi Maulita Napitupulu; Arrisha Anggraini
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 10 No. 2 (2026): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/byzfb334

Abstract

Quantity estimation is one of the important stages in construction project planning because it affects material requirements and project execution in the field. One method commonly used to determine work quantities is Quantity Take-Off (QTO), which is carried out based on project construction drawings. This study aims to analyze the Quantity Take-Off results for pile cap and tie beam works based on the construction drawings of School X Project in Medan City. A descriptive quantitative method was employed using structural drawings and reinforcement details as the primary data sources. The research stages included structural element identification, calculation of concrete volume, reinforcement requirements, and formwork area for each element under review. The results showed that the total concrete requirement for pile cap and tie beam works was 258.096 m³, the reinforcement requirement was 24,735.317 kg, and the formwork requirement was 1,009.117 m². These findings indicate that accurate quantity estimation is essential to ensure proper material planning and to minimize the risk of material shortages or excesses during project execution. The results of this study can be used as a basis for material planning and quantity control, thereby supporting a more effective and well-organized construction process. In addition, this study may serve as a reference for the implementation of Quantity Take-Off in substructure works with similar characteristics. 
EVALUASI KECUKUPAN KAPASITAS SALURAN DRAINASE JALAN TIPE U-DITCH PRACETAK JALAN TELUK NIBUNG Arrisha Anggraini; Wenny Herdianti; Wisnu Prayogo; Yuni Yolanda; Rizky Simanjuntak; A. Daniel Anderson Munthe
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i2.36951

Abstract

Urban road drainage systems are critical infrastructure for managing surface runoff and preventing inundation, particularly in densely populated residential corridors where land imperviousness is high. Teluk Nibung Road (STA. 188+855–189+295) in Tanjung Balai, North Sumatra, is a 440-meter corridor served by precast U-ditch drainage channels that have never been technically evaluated for hydraulic adequacy, thereby necessitating a systematic assessment. The evaluation methodology follows Pd T-02-2006-B, encompassing hydrological analysis using the Rational Method to derive the design discharge (Qr), hydraulic analysis using the Manning equation to determine the existing channel capacity (Qs), and capacity adequacy assessment based on the criterion Qs ≥ Qr. Rainfall data were sourced from the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) through the Tanjung Balai City Statistics Agency (BPS) covering the period 2008–2017, with a 5-year return period applied. The time of concentration, computed from overland flow travel time and channel flow travel time, yielded Tc = 6.530 minutes (0.109 hours), and the 5-year design rainfall intensity was established at 175 mm/h. The catchment area is 6,160 m², and a base runoff coefficient C₀ representing land-cover characteristics was applied together with a correction factor fk to account for dense residential conditions and planning safety margins, yielding a design discharge of Qr = 0.283 m³/s. The existing channel (0.60 m × 0.30 m) has a hydraulic capacity of Qs = 0.907 m³/s, confirming that Qs ≥ Qr and the channel is hydraulically adequate under the analyzed conditions. Nevertheless, operational performance remains susceptible to reduction in effective cross-sectional area owing to sedimentation and solid waste accumulation, and therefore routine maintenance is recommended to sustain drainage functionality. Abstrak Sistem drainase jalan perkotaan berperan penting dalam mengendalikan limpasan air hujan dan mencegah genangan, khususnya pada koridor permukiman padat dengan tingkat kedap air yang tinggi. Jalan Teluk Nibung (STA. 188+855–189+295) di Tanjung Balai, Sumatera Utara, merupakan koridor sepanjang 440 meter yang dilayani saluran drainase U-ditch pracetak dan belum pernah dievaluasi secara teknis terkait kecukupan kapasitasnya, sehingga diperlukan evaluasi yang sistematis. Metodologi evaluasi mengacu pada Pd T-02-2006-B, meliputi analisis hidrologi menggunakan metode rasional untuk memperoleh debit rencana (Qr), analisis hidraulika dengan persamaan Manning untuk menentukan kapasitas saluran eksisting (Qs), serta evaluasi kecukupan kapasitas berdasarkan kriteria Qs ≥ Qr. Data curah hujan bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjung Balai, mencakup periode 2008–2017 dengan periode ulang 5 tahun. Waktu konsentrasi dihitung dari komponen waktu aliran permukaan dan waktu aliran dalam saluran, sehingga diperoleh Tc = 6,530 menit (0,109 jam), sedangkan intensitas hujan rencana periode ulang 5 tahun ditetapkan sebesar 175 mm/jam. Luas daerah tangkapan adalah 6.160 m², dan koefisien limpasan dasar C₀ yang merepresentasikan karakteristik tutupan lahan digunakan bersama faktor koreksi fk untuk merepresentasikan kondisi kawasan permukiman padat dan faktor keamanan perencanaan, sehingga diperoleh debit rencana Qr = 0,283 m³/det. Saluran eksisting berdimensi 0,60 m × 0,30 m memiliki kapasitas hidraulis Qs = 0,907 m³/det, sehingga Qs ≥ Qr dan saluran dinyatakan memadai secara hidraulis pada kondisi yang dianalisis. Meskipun demikian, kinerja operasional tetap rentan terhadap penurunan luas penampang efektif akibat sedimentasi dan akumulasi sampah, sehingga pemeliharaan rutin direkomendasikan untuk menjaga fungsi drainase.
Analisis Hubungan Kecepatan Aliran dan Karakteristik Hidraulik pada Sungai dan Saluran Irigasi Yolanda, Yuni; Prayogo, Wisnu; Harahap, Rumilla; Anggraini, Arrisha
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 7 No. 1 (2027): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2027.7.1.3

Abstract

Sungai dan saluran irigasi merupakan komponen penting sistem daerah aliran sungai (DAS) dalam penyediaan air, pengendalian banjir, serta menunjang pertanian dan kehidupan masyarakat. Dinamika alirannya dipengaruhi oleh karakteristik hidraulik yang saling berkaitan, tetapi hubungan antarparameter di lapangan tidak selalu linier karena variasi topografi, morfologi saluran, dan modifikasi manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kecepatan aliran dengan lebar badan air, kedalaman rerata, luas penampang basah, kecerahan air, dan debit aliran pada sungai serta saluran irigasi. Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dilakukan pada 14 stasiun di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, dan Kota Medan. Data diperoleh melalui pengukuran lapangan dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan hubungan sangat kuat dan signifikan antara lebar badan air dan debit aliran (r=0,803; p<0,01), serta kedalaman rerata dan luas penampang basah (r=0,743; p<0,01). Debit aliran juga berkorelasi kuat dengan kecerahan air (r=0,673; p<0,01), yang menunjukkan keterkaitan dinamika aliran dengan kualitas fisik perairan. Sebaliknya, hubungan kecepatan aliran dengan parameter lain tergolong sedang hingga rendah. Parameter geometrik saluran lebih dominan membentuk debit dibandingkan kecepatan aliran, sehingga hubungan hidraulik perlu dipahami untuk pengelolaan dan pemantauan DAS berkelanjutan.