This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Silalahi, Nathasya Sekar Ayu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTRIBUSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MEMITIGASI PROLONGED GRIEF DISORDER Silalahi, Nathasya Sekar Ayu
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.47890

Abstract

Kehilangan seseorang yang dicintai adalah salah satu pengalaman paling sulit dalam kehidupan manusia, yang dapat menimbulkan trauma dan gangguan psikopatologis seperti Prolonged Grief Disorder (PGD). Kondisi ini membutuhkan screening dan intervensi yang efektif. Teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), dapat menjadi solusi potensial untuk mengatasi masalah ini dengan menawarkan dukungan non-tatap muka yang sering lebih diterima oleh individu yang berduka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program dan metode AI yang paling sesuai dalam memfasilitasi proses berduka, serta memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk mengurangi dampak negatif dari PGD. Penelitian ini menggunakan State of Art Review dengan frasa Boolean untuk mengidentifikasi literatur terkait "grief," "AI," "bereavement," dan "grief complexity." Data dari beberapa abstrak dan judul yang relevan dianalisis untuk mengevaluasi pengaruh AI terhadap proses berduka. AI telah terbukti membantu individu dalam mengelola masa berduka melalui berbagai program seperti Chatbot, Deathbot, Griefbot, dan aplikasi kesehatan mental seperti Woebot. Program-program ini menawarkan dukungan emosional dan interaksi yang meniru percakapan dengan orang terkasih yang telah tiada. Misalnya, GIFT menggunakan model Random Forest untuk mendeteksi PGD dengan efektif, sementara program seperti Headspace dan EMMA's World menyediakan fitur self-monitoring dan sosial yang membantu individu berduka. AI memberikan solusi signifikan dalam membantu individu yang berduka, meskipun tidak bisa sepenuhnya menggantikan dukungan dari manusia. Program AI harus disesuaikan dengan strategi coping, lingkungan, dan model keberdukaan yang unik dari setiap individu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji aplikasi AI dalam konteks budaya yang berbeda, termasuk di Indonesia.