Abstrak Penelitian ini mengkaji resistensi terhadap LGBTQ yang tumbuh di kalangan otoritas keagamaan di Indonesia dengan fokus pada bagaimana organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah memposisikan diri terhadap isu tersebut. Penolakan terhadap LGBTQ dapat ditinjau melalui doktrin keagamaan dan narasi heteronormatif yang tertanam kuat dalam masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan etis Tariq Ramadan, tulisan ini menyoroti pentingnya memahami identitas gender dan orientasi seksual secara kompleks, tanpa mengorbankan nilai-nilai moralitas Islam. Pendekatan Ramadan yang berbasis maqashid asy-syariah memungkinkan terbangunnya respons yang lebih moderat dan inklusif serta tidak hanya mempertimbangkan teks agama, melainkan mengikutsertakan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam konteks ini, moderasi terhadap LGBTQ bukan berarti menerima praktiknya secara mutlak, melainkan mencari titik temu antara ajaran agama dan realitas sosial, demi membangun masyarakat yang adil, humanis, dan toleran terhadap keberagaman identitas. Kata Kunci: LGBTQ, Resistensi keagamaan, Islam moderat, Maqashid asy-Syariah, Inklusivitas. Abstract This study examines the resistance to LGBTQ individuals among religious authorities in Indonesia, focusing on how Islamic organizations such as Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah position themselves on the issue. The rejection of LGBTQ identities can be analyzed through religious doctrines and deeply embedded heteronormative narratives within society. Utilizing Tariq Ramadan’s ethical framework, this paper emphasizes the importance of understanding gender identity and sexual orientation in a nuanced manner without compromising Islamic moral values. Ramadan’s approach, grounded in the principles of maqashid asy-syariah, offers a pathway toward a more moderate and inclusive response, one that considers not only religious texts but also universal human values. In this context, a moderate stance toward LGBTQ issues does not imply unconditional acceptance of related practices, but rather seeks a middle ground between religious teachings and social realities, with the aim of fostering a just, humane, and tolerant society that embraces diversity of identity. Keywords: LGBTQ, Religious resistance, Moderate Islam, Maqashid asy-syariah, Inclusivity.