Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar merupakan sebuah inovasi pendidikan yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada guru dan kepala sekolah dalam menyusun dan melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa. Ini memungkinkan guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun materi pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada pencapaian kompetensi akademik tetapi juga pengembangan karakter siswa. Dalam implementasinya, ditemukan bahwa guru memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang Kurikulum Merdeka dan harus mempertimbangkan proyek yang sesuai dengan fase perkembangan siswa untuk mencapai hasil pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan menyenangkan. Profil Siswa Pancasila mencerminkan siswa Indonesia yang lebih baik, memiliki pembelajaran sepanjang hayat, berkarakter, berkompetensi global, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila, serta menjadi acuan utama dalam mengarahkan kebijakan pendidikan, termasuk bagi guru untuk membangun karakter dan kompetensi siswa. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan kebebasan kepada sekolah dalam mengembangkan proses pembelajaran yang lebih relevan dan kontekstual dengan kebutuhan siswa dan lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library study) Menurut M Sari dan Asmendri, metode penelitian kepustakaan adalah suatu cara pengumpulan data atau informasi berupa membaca dan merangkum buku-buku, jurnal yang terpercaya, catatan-catatan yang sahih, bahan-bahan penelitian yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum mandiri. M Sari dan Asmendri (2022) juga menggarisbawahi bahwa penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dan informasi data dari berbagai sumber seperti buku dan artikel jurnal terkait dengan permasalahan yang sedang dibahas. Peneliti mengumpulkan data perpustakaan dan informasi kurikulum unik dari buku Selain itu, peneliti juga mengunjungi website dan website yang menyediakan berbagai informasi tentang kurikulum mandiri di sekolah dasar.