Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psikoedukasi Peran Ayah Dalam Pengasuhan Pada Masyarakat Pesisir Kahar, Amalia S J; Saleh, Husnul Hasanah N
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10835

Abstract

Pengasuhan anak masyarakat pesisir juga memiliki pola pengasuhan yang khas yang dipengaruhi oleh budaya setempat, biasanya orangtua belajar dari budaya setempat tentang peran yang harus dilakukan dalam mengasuh anak. Konsep "keterlibatan ayah" dalam pengasuhan dapat meningkatkan perkembangan anak, dapat dilihat dengan terlihatnya hubungan ayah dan anak yang dekat dan nyaman, serta dapat memahami dan menerima anak-anak mereka. Masalah terjadi bila pola asuh dimana kurangnya peran ayah dalam pengasuhan masih diterapkan, maka akan berdampak negatif pada psikologis dan perkembangan anak. Untuk itu, dilakukannya Psikoedukasi Peran ayah dalam Pengasuhan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam pengasuhan sehingga dapat memberikan dampak yang positif terhadap tumbuh kembang anak. Psikoedukasi dilakukan di kelurahan Kasturian, Kecamatan Ternate Utara dengan melibatkan masyarakat dan tokoh masyarakat. Hasil psikoedukasi meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait peran ayah dalam pengasuhan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait peran ayah dalam pengasuhan khususnya pada masyarakat pesisir.
Psikoedukasi Bahaya Self Diagnosis Pada Kesehatan Mental di SMA Negeri 8 Kota Ternate Saleh, Husnul Hasanah N; Indah Luthfiyah Kasim
KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v2i1.18

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, khususnya akses internet dan media sosial, telah meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan mental. Namun, kondisi ini juga memunculkan fenomena self-diagnosis, yaitu kecenderungan individu mendiagnosis kondisi kesehatan mentalnya sendiri berdasarkan informasi daring tanpa pendampingan profesional. Fenomena ini banyak terjadi pada siswa SMA yang berada pada fase pencarian identitas diri dan rentan menginternalisasi informasi kesehatan mental secara keliru. Praktik self-diagnosis berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kebingungan kognitif, tekanan emosional, perilaku maladaptif, serta risiko cyberchondria. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bahaya self-diagnosis terhadap kesehatan mental melalui program psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 8 Kota Ternate dengan peserta siswa kelas XI. Metode yang digunakan meliputi ceramah, dialog interaktif, serta pelatihan pengelolaan stres dan coping yang adaptif. Materi psikoedukasi mencakup konsep kesehatan mental, ciri mental sehat dan tidak sehat, pengertian serta penyebab self-diagnosis, dan dampaknya terhadap aspek kognitif, afektif, dan perilaku. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai risiko self-diagnosis, kemampuan mengelola stres, serta pemahaman tentang cara mencari informasi kesehatan mental yang benar. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Program psikoedukasi ini menjadi langkah preventif penting dalam mengurangi praktik self-diagnosis di kalangan remaja serta mendorong peningkatan literasi kesehatan mental di lingkungan sekolah.