Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Manfaat Zat Besi (Fe) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kawua Hatijar
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.265

Abstract

Latar Belakang : LaporanWHO (World Health Organization) tahun 2020, kematian ibu secara nasional, regional, dan global dari tahun 2000 hingga 2020, menunjukkan bahwa terdapat sekitar 287.000 kematian ibu di seluruh dunia pada tahun 2020 akibat masalah persalinan salah satu penyebabnya adalah anemia. Pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan khususnya anemia akan berpengaruh terhadap perilaku ibu hamil pada penerapan program pencegahan anemia Tujuan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat zat besi (Fe) di wilayah kerja Puskesmas Kawua. Metode : yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling berjumlah 30 responden. Hasil : Menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan tingkat pengetahuan pengetahuan baik sebanyak 15 responden (50%), pengetahuan kurang sebanyak 11 responden dan cukup sebanyak 4 responden (13,3%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian dapat simpulkan bahwa sebagian besar ibu hamil mempunyai pengetahuan baik tentang manfaat zat besi (Fe).
Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Pemeriksaan IVA di Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso Hatijar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker seviks menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia. Salah satu pemeriksaan alternatif untuk mendeteksi kanker serviks dengan biaya yang relatif lebih murah adalah dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Pemeriksaan IVA masih kurang disebabkan karena masih kurangnya pengetahuan WUS tentang cara deteksi kanker serviks secara dini. Tujuan : Untuk mengetahui pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di wilayah kerja Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, Populasi dari penelitian ini adalah semua wanita usia subur yang datang berkunjung dan memeriksakan kesehatanny. dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel secara accidental sampling, Pengumpulan data menggunakan kuissioner serta data dianalisa menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil Penelitian : Menunjukan bahwa sebagian besar responden atau sebanyak 18 responden (60%) ditemukan memiliki pengetahuan dalam kategori tahu sedangkan yang memiliki pengetahuan dalam kategori tidak tahu sebanyak 12 responden (40%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian dapat simpulkan bahwa pengetahuan WUS dikategorikan sudah tahu tentang deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Saran : Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada wanita usia subur tentang pentingnya pengetahuan WUS tentang Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).
Effectiveness of Modelling in Stunting Intervention to Improve Teenage Mothers’ Knowledge About Exclusive Breastfeeding Hatijar; Candra Yanti, Lilis
Journal of Public Health Sciences Vol. 4 No. 03 (2025): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.001389

Abstract

Stunting remains a persistent public health problem in Indonesia, strongly associated with early marriage, teenage pregnancy, and inadequate breastfeeding practices. Exclusive breastfeeding for the first six months of life is a key strategy for stunting prevention; however, adolescent mothers often face knowledge and experience barriers. This study aimed to evaluate the effectiveness of a modelling-based intervention in improving adolescent mothers’ knowledge of exclusive breastfeeding in Poso Regency, Central Sulawesi. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was applied, involving 31 adolescent mothers recruited through purposive sampling. The intervention consisted of a 60-minute session, including a 30-minute educational video and a 30-minute live demonstration covering the benefits of exclusive breastfeeding, breastfeeding techniques, breast care, and common breastfeeding challenges. Data were collected using a validated questionnaire (Cronbach’s Alpha = 0.612) and analyzed using paired t-tests with a significance level of p < 0.05. Results showed a significant increase in knowledge scores from pretest (mean = 5.81) to posttest (mean = 6.97), with a mean difference of -1.16 (p = 0.003), indicating improved understanding after the intervention. The findings suggest that modelling-based education integrating visual and practical components effectively enhances knowledge among adolescent mothers. Nevertheless, the absence of a control group and the small sample size limit causal inference and generalizability. These results provide preliminary evidence that modelling interventions are potentially useful pending further research in supporting exclusive breastfeeding promotion and stunting prevention programs