Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus memerlukan penanganan jangka panjang yang berkelanjutan, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP). Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) hadir sebagai strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui pendekatan terpadu, termasuk edukasi kelompok, aktivitas fisik, dan pemanfaatan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan efektivitas Program Prolanis di Klinik Pratama Habibie Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan kuesioner kepada peserta Prolanis, tenaga kesehatan, dan penanggung jawab program. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi persepsi, tantangan, serta strategi pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prolanis di Klinik Pratama Habibie telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan self-management pasien dan kualitas hidup mereka. Edukasi kelompok terbukti meningkatkan pemahaman pasien terhadap penyakit, kepatuhan berobat, serta rasa percaya diri dalam mengelola kondisi kronis. Aktivitas senam rutin membantu menstabilkan tekanan darah dan meningkatkan kebugaran. Media digital dan SMS reminder dinilai efektif dalam menyampaikan informasi dan meningkatkan kehadiran pasien, meskipun beberapa lansia masih mengalami hambatan akses teknologi. Pelaksanaan Prolanis di Klinik Pratama Habibie berjalan cukup efektif dan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronis. Strategi yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas fisik, komunikasi digital, dan dukungan emosional menjadi kunci keberhasilan program.