Arifin, Anhar Septiawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Dukungan Sosial dan Strategi Coping 'Tend and Befriend' dalam Menghadapi Stres: Perspektif Gender dan Faktor Kontekstual Arifin, Anhar Septiawan; Noviekayati, I Gede A A
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 3 No 1 (2025): Volume 3, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i1.1673

Abstract

Literature review ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dukungan sosial dalam respons terhadap stres, dengan fokus pada teori "tend and befriend" yang dikembangkan untuk menjelaskan perbedaan gender dalam mengatasi stres. Penelitian-penelitian yang dianalisis menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan strategi sosial seperti merawat dan membangun hubungan sosial (tend and befriend), sementara pria cenderung lebih sering menggunakan strategi "lawan-atau-lari". Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perbedaan ini lebih kompleks, dengan pria juga mengadopsi strategi sosial dalam konteks stres tertentu. Dukungan sosial yang diterima seseorang, jika diberikan secara responsif dan sesuai dengan kebutuhan individu, dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan. Sebaliknya, dukungan yang tidak tepat dapat memperburuk stres. Perbedaan gender dalam cara memberikan dukungan sosial juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, di mana wanita cenderung lebih terampil dalam memberikan dukungan sosial yang responsif meskipun menghadapi stres yang lebih tinggi. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa faktor kontekstual seperti pendidikan, status sosial ekonomi, dan situasi stres spesifik mempengaruhi cara individu merespons stres. Kesimpulannya, respons terhadap stres dan dukungan sosial adalah fenomena yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor biologis, sosial, dan budaya, dan perlu dipertimbangkan secara holistik dalam merancang intervensi atau strategi koping yang lebih efektif.