Gultom, Edrawd Colin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Kasih Setia Berdasarkan Kitab Hosea pada Pasangan Suami Istri Generasi Milenial Gultom, Edrawd Colin
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i1.512

Abstract

Faithfulness is often associated with faithfulness, but faithfulness and lovingkindness are fundamentally different things. Faithfulness is a form of consistency in a relationship full of forgiveness despite the mistakes made but still loving. The development of technology opens up opportunities to commit crimes, and the lack of control over the use of technology such as gadgets and social media can affect household relationships. The method used in this study is a qualitative research method with a contextual biblical approach. The researcher draws the following conclusion: First, God's lovingkindness is full of forgiveness. Second, God's lovingkindness is accompanied by mercy. Third, God's lovingkindness is a binding commitment in faithful wording. Fourth, God's lovingkindness is always accompanied by pleasurable desires. Fifth, God's lovingkindness binds and guides people. Based on the results of this research, it is necessary to teach the concept of faithful love to married couples from the millennial generation so that they can apply it in their domestic relationships.AbstrakKasih setia sering kali dikaitkan dengan kesetiaan, namun pada dasarnya kesetiaan dan kasih setia adalah hal yang berbeda. Kasih setia merupakan suatu bentuk kekonsistenan dalam sebuah hubungan yang penuh dengan pengampunan walaupun dengan berbagai kesalahan yang di lakukan namun tetap mengasihi. Perkembangan teknologi membuka peluang untuk melakukan kejahatan, serta kurangnya kontrol terhadap penggunaan teknologi seperti gadget dan media sosial dapat mempengaruhi hubungan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan biblikal kontekstual. Peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, kasih setia Allah penuh dengan pengampunan. Kedua, kasih setia Allah disertai belas kasihan. Ketiga, kasih setia Allah adalah komitmen yang bersifat mengikat dalam setia janji perkataan. Keempat, kasih setia Allah selalu disertai dengan keinginan menyenangkan. Kelima, kasih setia Allah bersifat mengikat dan menuntun umat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka perlu diajarkan konsep kasih setia kepada pasangan suami-istri dari generasi milenial sehingga mereka dapat menerapkannya dalam hubungan rumah tangga mereka.