Hasanah, Dea Uswatun Hasanah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN LEGAL MAXIMS DALAM PENYUSUNAN FATWA (Studi Fatwa MUI Tentang Penggunaan Alkohol dalam Obat-obatan dan Kosmetika) Hasanah, Dea Uswatun Hasanah
Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 10 No. 2 (2024): Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : STAI Syubbanul Wathon Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61136/anx4yp80

Abstract

Abstrak: Artikel ini menjelaskan posisi dan penerapan Legal Maxim (qawaid fiqhiyyah) dalam penyusunan fatwa MUI tentang penggunaan alkohol dalam produk obat-obatan dan kosmetika. Penggunaan alkohol dalam produk obat-obatan dan kosmetika menuai pertanyaan dan perdebatan bagi masyarakat muslim, pasalnya alkohol sering dikaitkan dengan minuman yang memabukkan atau khamr. Sehingga MUI sebagai lembaga yang berperan memberi fatwa merespon pertanyaan tersebut, dalam proses berijtihad menemukan sebuah jawaban atas suatu permasalahan MUI mempertimbangkan petunjuk dari al-Qur’an, Hadis, Qiyas, Ijma, dan dalil lain yang mu’tabar. Tujuan dari penelitian ini ialah melihat bagaimana posisi dan penerapan legal maxim (qawaid fiqhiyyah) sebagai salah satu pertimbangan penetapan fatwa MUI tentang penggunaan alkohol dalam produk obat-obatan dan kosmetika. Hasil penelitian yang dihasilkan ialah: Penggunaan alkohol dalam produk obat-obatan dan kosmetika diperbolehkan asal bukan berasal dari industri minuman khamr karena tidak memiliki dampak yang negative bagi Kesehatan tubuh manusia. Qawaid fiqhiyyah sebagai legal maxim memiliki posisi yang penting karena posisi dalam penyususnan fatwa MUI terletak dalam satu susunan dengan nash (al-Qur’an dan Hadis) hal tersebut menunjukkan bahwa qawaid fiqhiyyah menempati posisi yang penting dalam proses penetapan fatwa dan setiap kaidah fiqh yang ada di dalam fatwa MUI memiliki kolerasi dalam penetapan hukum fatwa MUI.