Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Cakupan Persalinan di fasilitas Pelayanan Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Suli Tahun 2023 Eltriya Septiyani; Dwi Gustin Franciska
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v14i2.520

Abstract

Background: Giving birth in a Health Service Facility is a recommendation from the government to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR), the legal basis is stated in Permenkes no. 97 of 2014 article 14 paragraph (1) which states "delivery must be carried out in a Health Service Facility (fasyankes). In Permenkes No. 39 of 2016 concerning Healthy Family Indicators. In indicator number two, namely "mothers carry out the delivery process in a Health Service Facility". Research Method: The type of research uses a quantitative analytical type with a cross-sectional design. The population is 36 people and the sample is the total population. Data was collected through a questionnaire. Data were analyzed univariately and bivariately using the chi-square test Results: The results of the statistical test of maternal knowledge with P_value = 0.030, attitudes with P_value = 0.012, education with P_value = 0.018 and economic level with P_value = 0.001. Conclusion: There is a relationship between the level of knowledge, attitude, education, and economic status in the Rantau Suli Health Center Work Area in 2023. It is hoped that the Rantau Suli Health Center, especially health workers, will increase counseling activities about childbirth at Health Service Facilities.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMAN II Sarolangun Dwi Gustian Franciska; Eltriya Septiyani; Donna hariya Novidha
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.122

Abstract

Word  Health  Organization menyatakan  angka  kejadian  anemia  pada  remaja putri  dan  wanita  usia  subur  di  dunia  sebesar  81,5  %. Anemia dapat disebabkan karena kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin yaitu besi, protein, Vitamin C, Piridoksin, Vitamin E. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA N 11 Sarrolangun. Metode penelitian ini adalah analitik deskriftif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di SMAN 11 Sarolangun pada Bulan Juni tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN 11 Sarolangun yang berjumlah 99 siswi. Sampel diperoleh dengan metode total Sampling sebanyak 99 siswi di SMAN 11 Sarolangun. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (P<0.05). Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal sebanyak 52 respondenn (52.5%), tidak mengalami anemia sebanyak 79 responden (79.8%). Ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA N II Sarolangun dengan nilai p value 0.002 (p<0.05). Kesimpulan penelitian bahwa ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA N II Sarolangun