Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ENSURING FOOD SECURITY AMIDST CLIMATE CHANGE: COMPARATIVE ANALYSIS OF THE EUROPEAN UNION AND SOUTHEAST ASIA Siahaan, Grace Natalia Bornok
Mandalika Law Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Mandalika Law Journal
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mlj.v2i1.4205

Abstract

This study compares food security policies in the European Union (EU) and Southeast Asia, focusing on lessons for both regions amid climate change impacts. Using a qualitative approach through literature review, it examines the legal frameworks of the two regions. The EU addresses food security through initiatives like the Common Agricultural Policy (CAP) and the European Green Deal, emphasizing climate change mitigation. In contrast, Southeast Asia, particularly ASEAN, focuses on rural infrastructure, sustainable agriculture, and regional collaboration. The study highlights opportunities for mutual learning, with the EU enhancing inclusivity and Southeast Asia improving policy accountability and enforcement.
Comparison of Climate Education Policies: Lessons for Indonesia from Australia, the US, and the UK Siahaan, Grace Natalia Bornok
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.3447

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi perbandingan kebijakan pendidikan iklim di beberapa negara yaitu Australia, AS, dan Inggris, dengan tujuan menggali pelajaran untuk Indonesia. Bagi Indonesia, penerapan kebijakan pendidikan iklim sangat mendesak dikarenakan kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim, pencegahan konflik akibat perubahan iklim, pemberdayaan individu untuk mitigasi, adaptasi perubahan iklim, dan berpartisipasi dalam dialog serta pengambilan keputusan di tingkat lokal hingga internasional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan untuk menganalisis kerangka hukum di negara-negara terpilih. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membandingkan kebijakan pendidikan iklim antar negara dan mengeksplorasi efektivitasnya agar sesuai dengan konteks Indonesia. Metode studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data dari berbagai sumber literatur, termasuk peraturan hukum, studi kasus, dan tinjauan akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pendekatan kebijakan pendidikan iklim antara negara-negara yang diteliti. Australia, misalnya, mengintegrasikan perubahan iklim ke dalam kurikulumnya seperti sains, geografi, dan studi sosial. Selain itu, dukungan pemerintah Australia melalui berbagai inisiatif dan pendanaan, serta mendorong keterlibatan siswa dalam proyek pengurangan limbah dan konservasi energi. Di sisi lain, pendekatan di AS bervariasi menurut negara bagian, dimana perubahan iklim diintegrasikan ke dalam standar kurikulum sains mereka. AS juga mengakui dan memberi penghargaan kepada sekolah-sekolah atas upaya keberlanjutan mereka, sehingga mendorong partisipasi dan inovasi. Sementara itu, Inggris telah menetapkan kurikulum yang terstruktur dan standar yang mengintegrasikan perubahan iklim ke dalam kurikulum nasional secara konsisten dan komprehensif, dan meningkatkan partisipasi siswa dalam proyek lingkungan. Perbandingan ini menawarkan pelajaran berharga bagi Indonesia untuk memperbaiki kebijakan lokalnya dengan mengadopsi praktik terbaik dari berbagai pendekatan hukum tersebut.