Kusumaningtyas, Winugraheni -
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIBALIK FENOMENA CALON KADES SUAMI- ISTRI: ANALISIS MUNCULNYA CALON BONEKA PADA PILKADES DI DESA TLOGOWATU KABUPATEN KLATEN TAHUN 2023 Kusumaningtyas, Winugraheni -
Journal of Politic and Government Studies Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena pencalonan suami-istri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, yang menimbulkan paradoks antara praktik demokrasi semu dan konsekuensi regulasi Pilkades yang tidak kontekstual terhadap kondisi sosial masyarakat. Studi ini bertujuan menganalisis modal yang dimiliki petahana dan pengaruhnya terhadap dinamika demokrasi di tingkat lokal. Lalu membahas bagaimana sistem pemilihan dapat menciptakan praktik pencalonan suami- istri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus. Dengan menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu untuk menganalisis modal yang dimiliki petahana dan teori demokrasi Huntington sebagai kerangka analisis, penelitian ini menemukan bahwa dominasi modal ekonomi, sosial, kultural, dan simbolik petahana menciptakan ketidakinginan bagi calon lain untuk bersaing. Regulasi yang mewajibkan minimal dua calon dalam Pilkades semakin memperkuat dominasi ini, memaksa petahana mencalonkan istrinya sebagai calon formal untuk memenuhi persyaratan administratif. Istri dipilih karena alasan strategis dianggap tidak mengancam kekuatan petahana dan perempuan sering kali hanya dijadikan calon boneka tidak dipandang sebagai subjek politik yang mandiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fenomena pencalonan suami-istri lebih merupakan konsekuensi dari sistem regulasi yang tidak kontekstual dengan realitas sosial masyarakat, dibandingkan praktik manipulasi demokrasi. Regulasi yang tidak fleksibel gagal mengakomodasi kondisi sosial-politik masyarakat desa yang didominasi petahana. Penelitian ini merekomendasikan untuk penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak peraturan terbaru terkait calon tunggal terhadap partisipasi masyarakat, legitimasi kepemimpinan, dan kualitas demokrasi di tingkat desa