Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT STRES REMAJA PUTRI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI Sudaryanto; Lestyani; Ulhaq Afisya, Keyla
Jurnal Osadhawedyah Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi merupakan proses alamiah yang terjadi pada setiap perempuan. Idealnya, siklus menstruasi lamanya sekitar 28-30 hari namun karena berbagai faktor proses menstruasi terganggu dan tidak teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat stres remaja putri dengan siklus menstruasi di SMAN 1 Widodaren Kabupaten Ngawi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan 96 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa kuesioner dengan uji analisis data dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17 tahun sebanyak 41 responden (42,7%), mayoritas menarche remaja di usia 11 tahun yaitu sebanyak 36 responden (37,5%), mayoritas responden merupakan siswa kelas 12 yaitu sebanyak 49 responden (51,0%). Sebanyak 49 responden (51,0%) mengalami siklus menstruasi yang teratur dan paling banyak responden dengan tingkat stress sedang sebanyak 39 responden (40,6%). Berdasarkan uji analisis didapatkan hasil p value 0,002, dimana p value <0,05, yang bermakna terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Tingkat Stres remaja putri dengan Siklus Menstruasi di SMA Negeri 1 Widodaren Kabupaten Ngawi.
The Effect of Providing Self-Breast Examination (SADARI) Educational Videos on The Level of Sadari Knowledge among Adolescent Girls in Kebonromo Village, Ngrampal District, Sragen Regency Lestyani; Siti Rofiatun Rosida
JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol. 7 No. 2 (2023): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Fatmawati Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/50sp6p85

Abstract

The objective of this study is to determine the influence of providing SADARI educational videos on the SADARI knowledge level. This research employs a quasi-experimental design, specifically a quantitative one-group pretest-posttest with a cross-sectional approach. Data analysis is conducted using the Wilcoxon test. The population in Kebonromo village comprises 153 adolescent female respondents, and the sample is selected through simple random sampling, involving 60 respondents. The pretest results indicate that one respondent has sufficient knowledge, while 59 respondents have insufficient knowledge. In the posttest, 47 respondents exhibit good knowledge, and 13 respondents have sufficient knowledge. Bivariate analysis using the Wilcoxon test reveals Asymp.Sig (2-tailed) with a significance value of 0.000. In conclusion, there is an influence of SADARI education with video on the SADARI knowledge level among adolescent girls in Kebonromo village, Ngrampal district, Sragen regency.
The Relationship Between Nurses' Performance in Carrying out Nursing Care and the Quality of Nursing Services in Hospitals Alamsyah; Tut Handayani; Lestyani; Iismayanti
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 1 No. 3 (2024): September, 2024
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v1i2.50

Abstract

Health care is a fundamental aspect of the health system that directly affects people's quality of life (Feoh & Barimbing, 2022). Hospitals as one of the main health care facilities have a crucial role in providing high-quality medical and nursing care (Nasution, 2020). This study aims to identify and analyse the relationship between nurses' performance in implementing nursing care and the quality of nursing services in hospitals. This study used a cross-sectional research design, which aims to evaluate the relationship between nurses' performance in carrying out nursing care and the quality of nursing services in the hospital at one specific point in time. Table 1 shows the frequency distribution of nurses' performance in performing nursing care. Of the total 62 nurses sampled, 27 nurses (43.5%) were categorised as having poor performance, while 35 nurses (56.5%) were categorised as having good performance. Table 2 shows the frequency distribution of nursing service quality. Of the total 62 respondents, 29 (46.8%) were dissatisfied with the quality of care provided, while 33 (53.2%) were satisfied. The results demonstrated that 17 patients (27.4%) who received care from nurses with poor performance levels expressed dissatisfaction, while 10 patients (16.1%) were satisfied with the services provided. Conversely, among nurses with good performance, 12 patients (19.4%) were dissatisfied, while 23 patients (37.1%) expressed satisfaction with the services received. The implementation of continuous training and regular evaluation of nurses' performance can be a strategic step to achieve this goal.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG BULLYING DI SMP 2 GONDANG SRAGEN Sudaryanto; Lestyani; Rofiatun Rosida, Siti; Lestari , Dila
Jurnal Osadhawedyah Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Osadhawedyah | Februari - April
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bullying merupakan ancaman yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang menimbulkan gangguan fisik atau psikis. Di perkirakan 30,5% remaja di dunia mengalami bullying. Di Indonesia sebanyak 84% anak usia sekolah mengalami kasus bullying. Perilaku bullying di Jawa Tengah menunjukkan sebanyak 13.1% remaja menjadi korban bullying. Badan Pusat Statistik Jawa Tengah melaporkan di Kabupaten Sragen terdapat setidaknya 30 anak usia 0-18 tahun menjadi korban kekerasan. Berdasarkan data anak yang tidak sekolah di Kabupaten Sragen tahun 2023 dilaporkan terdapat 1.143 anak tidak sekolah diantaranya terdapat 25 anak tidak bersekolah karena menjadi korban bullying. Salah satu kasus bullying di Kabupaten Sragen yang sempat viral di berbagai media surat kabar dan media sosial adalah kasus bullying yang terjadi di SMPN 2 Gondang di tahun 2023 dan kembali terulang viral dan menjadi sorotan publik ditahun 2025. Kurangnya pengetahuan mengenai bullying menjadi salah satu penyebab tingginya angka kasus bullying. Pendidikan kesehatan menjadi satu upaya preventif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa, khususnya melalui metode yang menarik seperti video. Tujuan, mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode video tehadap pengetahuan siswa tentang bullying. Metodologi, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan 87 responden dengan teknik stratified random sampling. Intrumen untuk pengumpulan data berupa kuesioner dengan uji analisis data dengan menggunakan paired T Test. Analisa data penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 14 tahun sebanyak 37 responden (42,5%), mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 53 responden (60,9%), mayoritas memiliki pengetahuan bullying yang baik pada pretest sebanyak 45 responden (51,7%) dan mayoritas memiliki pengetahuan bullying yang baik pada posttest sebanyak 75 responden (86,2%), hasil uji statistic paired t-test diperoleh nilai signifikansi (p-value) 0,000 <0,05. Kesimpulan, terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode video terhadap pengetahuan siswa tentang bullying di SMP 2 Gondang Sragen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah, khususnya melalui penguatan program pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual. Selain itu, bukti empiris dari penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah, dinas pendidikan, maupun perawat komunitas untuk merancang intervensi berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam mencegah dan melaporkan tindakan bullying.