Transformasi digital di sektor kesehatan menuntut klinik untuk memiliki sistem informasi yang efisien, adaptif, dan berorientasi pada pengguna. Penelitian ini bertujuan merancang Sistem Informasi Manajemen Klinik berbasis Mobile dengan menggunakan metode Design Thinking sebagai pendekatan inovatif untuk mengoptimalkan layanan kesehatan primer. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya tingkat digitalisasi klinik skala kecil dan menengah di Indonesia, di mana lebih dari 60% masih menggunakan pencatatan manual dan belum memiliki integrasi data antarbagian (Kemenkes RI, 2023). Pendekatan Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan—empathize, define, ideate, prototype, dan test—diterapkan untuk memahami kebutuhan pengguna secara mendalam dan menghasilkan sistem berbasis mobile yang user-friendly, efisien, serta sesuai dengan kebijakan SATUSEHAT nasional. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi pencatatan data sebesar 38%, penurunan kesalahan input 41%, serta peningkatan kepuasan pengguna hingga 92%. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Design Thinking pada pengembangan sistem informasi klinik mampu menciptakan solusi digital yang tidak hanya fungsional secara teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga mendukung terwujudnya ekosistem Smart Healthcare yang inklusif dan berkelanjutan.Kata kunci: ▪ Design Thinking ▪ Digitalisasi Kesehatan ▪ Mobile Health ▪ Sistem Informasi Klijnik ▪ Smart Healthcare