This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebidanan
Palentina, Alexander,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PERBEDAAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN SUSU FORMULA TERHADAP MASA AMENOREA PADA IBU POSTPARTUM DI DUSUN ALAS KUSUMA PADA TAHUN 2024 Palentina, Alexander,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.284

Abstract

ABSTRAK ASI ekslusif dapat memperpanjang masa amenorea postpartum yang berfungsi sebagai metode kontrasepsi alami bagi ibu.Cakupanbayi yang diberikan ASI ekslusif di Kubu Raya pada tahun 2023 sebanyak 62%, dan target Kemenkesyaitu 80%. Banyak ibu yang tidak mengetahui manfaat dar ipemberian ASI ekslusif, sehingga angka kelahiran semankin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan pemberian ASI ekslusif dan susu formula terhadap masa amenorea pada ibu postpartum di dusun alas kusuma. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kolerasi denganp endekatan cross-sectional, Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 ibu postpartum dengan Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan rata-rata lama amenorea pada ibu yang memberikan ASI eksklusif adalah 178,55 hari, sedangkan pada ibu yang memberikan susu formula adalah 44,00 hari. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara lama amenorea pada kedua kelompok dengan nilai uji Man-whitney sebesar 5.527dengan p-value 0,000 < 0,05. Terdapat perbedaan masa amenorea pada ibu postpartum yang memberikan ASI ekslusif dan susu formula pada ibu postpartum di Dusun Alas Kusuma pada tahun 2024. Perlu adanya peningkatan program edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui, serta kerjasama dengan lembaga pendidikan dan kesehatan untuk memperkuat intervensi yang ada