Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INOVASI PUPUK HAYATI BERBASIS JAMUR ENDOFIT PADA DAUN TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) SEBAGAI BIOFERTILIZER LAHAN PERTANIAN Zulfa, Indana; Pangestika, D Riani; Az Zahro, Salma Najwa
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 10 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v5i10.8796

Abstract

Mikroba endofit adalah suatu jenis mikroba yang secara alamiah hidup di dalam jaringan tumbuhan. Mikroba endofit diketahui memiliki kemampuan dalam melarutkan fosfat dan mengikat nitrogen bebas di udara serta menjaga kesetimbangan biomassa tumbuhan dalam kondisi stress lingkungan. Penggunaan biofertilizer dari beberapa jenis mikroba mampu menghasilkan fitohormon dan berbagai jenis bioaktif yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta meningkatkan pertumbuhan. Isolat yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari jamur endofit tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk hayati berbasis jamur endofit pada daun jagung (Zea mays L.) sebagai biofertilizer dan mengatasi permasalahan kesuburan pada lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk ketahanan pangan. Alat dan bahan yang digunakan disiapkan kemudian pengoleksian sampel dilakukan dan dikumpulkan untuk diisolasi. Media yang digunakan berupa medium PDA dan NA. Permukaan sampel disterilisasi dengan mencuci bersih sampel. Pengisolasian kultur dilakukan dengan pengenceran bertingkat hingga pengenceran 10-5. Uji antagonistik dilakukan untuk mengetahui potensi mikroba endofit sebagai agen aktif biofertilizer. Produksi dan formulasi biofertilizer dilakukan dengan menginokulasi kultur mikroba endofit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, dari isolat bakteri endofit yang berhasil diisolasi dari daun tanaman jagung efektif sebagai biofertilizer pada lahan pertanian. Hal ini terlihat pada hasil laju pertumbuhan terhadap diameter tanaman, tinggi tanaman hingga jumlah daun. Tinggi tanaman mengalami laju pertumbuhan yang lebih cepat dengan pupuk kandang C/N rasio rendah 1,92 yang cepat terdekomposisi menjadi unsur hara. Berat tongkol yang dihasilkan dari penyiraman bakteri endofit yaitu Sig. 0,00 > 0.05 mengalami peningkatan pertumbuhan setiap minggunya dengan pengamatan selama 4 minggu setelah tanam