Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM PENDINGINAN PADA SIMULATOR PHOTOVOLTAIC DENGAN MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK TEC1-12706 BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN METODE FUZZY Firduansyah, Gusti; Panjaitan, Seno D; -, Syaifurrahman
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57131

Abstract

Termoelektrik (thermoelectric cooler) merupakan komponen yang dapat menimbulkan perbedaan temperatur antara sisi atas dan bawah, jika kedua plat semikonduktor dialiri arus listrik searah. Penelitian ini   digunakan termoelektrik TEC1-12706 yang umumnya digunakan sebagai pendingin minuman pada dispenser namun, dalam penelitian ini digunakan sebagai pendingin simulator photovoltaic yang dilengkapi dengan kipas blower untuk membawa hawa dingin dari termoelektrik   untuk mengurangi temperatur panas yang diakibatkan penggunaan lampu halogen pada ruangan simulator. Kecepatan putaran kipas blower dikendalikan dengan menggunakan mikrokontroler STM32F103C8T6 Blue Pill yang ditanamkan sistem kendali Fuzzy Logic. Kendali Fuzzy Logic akan menentukan hasil kecepatan motor blower dengan membandingkan nilai error sekarang dan sebelumnya atau disebut dengan error dan delta error. Rancangan sistem kendali pendingian pada kotak simulator photovoltaic bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan hasil yang optimal pada saat melakukan pengujian dan pengukuran modul solar cell. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan penggunaan sistem pendingian termoelektrik yang dikendalikan menggunakan Fuzzy Logic dapat memperkecil nilai error dari temperatur setting. Berdasarkan hasil pengujian temperatur pada setting 25 dan 30 °C, penggunaan termoelektrik dengan kendali Fuzzy Logic dapat mengurangi temperatur panas dari lampu halogen dalam simulator photovoltaic, jika dibandingkan dengan tanpa penggunaan termoelektrik masing-masing sebesar 17,6% (setting 25 °C) dan 15,4% (setting 30 °C).