Komunikasi antarbudaya merupakan elemenkunci dalam menciptakan hubungan yang harmonis di tengah keberagaman budaya. Artikel ini bertujuanmenelusuri berbagai model komunikasi antarbudayayang berfungsi sebagai jembatan harmoni lintasbudaya. Melalui kajian literatur, model-model seperti Model Samovar dan Porter, Model Martin, Nakayama, dan Flores, serta Model Stella Ting-Toomey dianalisisuntuk mengungkap perannya dalam memahamitantangan komunikasi lintas budaya. Selain itu, Model Young Yun Kim dan Model Berlo-Liliweri turutdibahas sebagai alat konseptual dalam menjelaskanproses adaptasi budaya dan pengelolaan hambatankomunikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwapemahaman mendalam terhadap model-model ini dapatmeningkatkan toleransi, memfasilitasi dialog inklusif, dan mengurangi kesalahpahaman antarbudaya. Artikel ini memberikan kontribusi penting bagi pengembanganteori komunikasi antarbudaya serta penerapannyadalam konteks global, khususnya di dunia kerja, pendidikan, dan perdagangan internasional.