Paembonan, Yanni
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Revitalisasi Nilai-nilai Imago Dei dalam Pembentukan Karakter Anak Pada Era Digital Paembonan, Yanni; Ronda, Daniel
SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/sophia.v5i2.281

Abstract

The digital era presents new challenges in shaping children's character. Technology, social media, and wide access to information often significantly influence children's mindsets, behaviors, and morality, distancing them from theological principles and Christian teachings. This research explores revitalizing "Imago Dei" in forming children's characters, especially in the increasingly complex digital environment. Christian education not only functions as a transfer of knowledge but also as a medium for restoring the image of God. A qualitative approach was employed using a literature review and field observation of educational practices in Christian schools. The results indicate that the revitalization of the "Imago Dei" can be a solution to counteract the negative effects of the digital era on children's morality and integrity. Emphasizing character formation through Christian values such as love, truth, and justice will strengthen children's ability to reflect the image of God in an increasingly individualistic and materialistic world.  Era digital menghadirkan berbagai tantangan baru dalam pembentukan karakter anak. Teknologi, media sosial, dan akses informasi yang luas seringkali memengaruhi pola pikir, perilaku, dan moralitas anak secara signifikan, menjauhkan anak dari prinsip-prinsip teologi dan ajaran Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi nilai-nilai “Imago Dei” dalam pembentukan karakter anak, khususnya dalam lingkungan digital yang semakin kompleks. Pendidikan Kristen tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu tetapi juga sebagai transmisi untuk memulihkan citra Allah. Pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, observasi lapangan terhadap praktik pendidikan di sekolah-sekolah Kristen. Hasilnya menunjukkan bahwa revitalisasi nilai-nilai “Imago Dei” dapat menjadi solusi untuk menangkal dampak negatif era digital terhadap moralitas dan integritas anak. Penekanan pada pembentukan karakter melalui nilai-nilai Kristen seperti kasih, kebenaran, dan keadilan akan memperkuat kemampuan anak untuk merefleksikan Imago Dei dalam dunia yang semakin individualistis dan materialistis.
Disiplin dalam Pendidikan: Perspektif Alkitab Amsal 13:24 dan Praktik Kontemporer Pada Satuan Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Paembonan, Yanni
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v5i2.213

Abstract

The aim of this research is to explore the biblical perspective on physical violence in child education and to analyze the relevance of discipline implementation according to Proverbs 13:24 within the context of early childhood Christian education. The methodology employed is a qualitative approach focusing on literature review, including hermeneutic analysis of biblical texts and descriptive methods to explain the early childhood education system in Indonesia. The underlying theory emphasizes the integration of Christian values in education and the importance of educating children without violence. The findings indicate that although physical punishment is still practiced in Christian education, there is an urgent need to develop a more humane disciplinary approach that aligns with the principles of love and understanding found in the Bible, in order to support the holistic growth and development of children.
Ulelean Pare dan Karume Paembonan, Yanni
Misioner Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v5i1.193

Abstract

Tulisan ini membahas berbagai krisis yang dihadapi masyarakat Toraja dalam mendidik anak-anak mereka, yang terpapar pada kemajuan teknologi tanpa batas sementara nilai-nilai kearifan lokal yang mendukung pengembangan moral dan karakter sering diabaikan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Toraja menyampaikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang bijaksana dalam mendidik. Metode yang digunakan adalah kualitatif, melibatkan studi literatur melalui buku dan jurnal ilmiah, serta observasi (live in). Hasilnya menunjukkan bahwa bentuk dan nilai kearifan lokal di kalangan masyarakat Toraja tercermin dalam gaya hidup dan perilaku mereka, yang dikenal sebagai tradisi. Inti dari nilai-nilai kearifan lokal ini dapat memperkuat moral dan karakter anak-anak saat mereka memahami identitas mereka sebagai orang Toraja (ma to Rayan) dan menjadi lebih religius (ma to saranian).
Merangkul Anak dalam Pelayanan Kasih Sayang Berdasarkan Konteks Gereja Toraja Paembonan, Yanni; Indraswary, Rindi; Simu, Agustian; Irri, Julianti
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v4i1.100

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai adalah menguraikan strategi yang efektif untuk merangkul anak dalam pelayanan kasih berdasarkan konteks Gereja Toraja. Fokus masalah dalam penelitian ini: pertama, menitik beratkan pada strategi untuk meretas pelayanan kasih berdasarkan konteks Gereja Toraja di tengah kondisi sosial yang tidak stabil. Kedua, menemukan perspektif baru dalam pelayanan yang merangkul anak dalam kasih sayang.. Metode yang digunakan adalah descriptive qualitative dengan literature study dan observasi langsung. Berangkat dari sejarah, berbagai teori pendidikan, dan aturan-aturan yang disusun oleh Gereja Toraja menjadi titik tolak teori. Hasil yang diperoleh adalah strategi merangkul anak dalam pelayanan kasih sayang dalam tiga strategi yaitu secara konteks, struktural, dan teknis. Secara konteks tidak terlepas dari budaya yang dianut pada Tongkonan dan kehadiran gereja dilambangkan sebagai Tongkonan Kristus yang sejati. Secara struktural, Gereja Toraja memiliki dokumen-dokumen keesaan gereja seperti tata kerja dan pengakuan yang diturunkan kepada OIG termasuk SMGT yang kemudian dibuat dalam tata kerja dan undang-undang perlindungan anak, pembimbing diberikan kesempatan mengikuti berbagai pelatihan, dan tersedianya kurikulum. Secara teknis dilihat dalam enam tahap antara lain; dukungan keluarga, interaksi-relasi, komitmen melalui support dan motivasi, membangun Self-confidence, keterlibatan dalam pelayanan, dan merangkul dengan kasih sayang.
Reformed theology from Luther’s era engages digital-age challenges in twenty-first-century theological discourse within global contexts Paembonan, Yanni; Lumintang, Stevri P. N. Indra
KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kamasean.v6i2.403

Abstract

This research aims to build a dialogue between 16th-century Reformed theology and the challenges of 21st-century theology, especially in the context of the metaverse Church. The primary concern highlighted is the emergence of metaverse churches, which undermine the principle of physical communion within the Church.  Consequently, how can principles of the Reformation, particularly the five Solas, offer a theological foundation for the Church to address digitalization in the context of metaverse churches, a significant theological challenge of the 21st century? Through historical-theological studies employing a qualitative approach and the serialization method. The concept of the metaverse Church presents opportunities to reach broader audiences, especially younger generations, yet it also risks diluting the sense of sacredness and physical community. The principle of sola Scriptura can serve as a basis for evaluating the use of technology in worship, while sola Fide and sola Gratia reaffirm the grace of salvation. Solus Christus emphasizes the centrality of Christ in the Christian faith, and soli Deo gloria directs faith life and counters moral relativism in the digital age. Thus, the spirit of the Reformation can provide a theological foundation for the Church to navigate modern challenges while preserving its faith identity.