Di era digitalisasi layanan publik, aplikasi SIGAP Sumatera Selatan berperan krusial dalam proses administrasi magang, memfasilitasi pendaftaran, verifikasi, dan monitoring secara efisien. Namun, ketergantungan tinggi pada platform berbasis web menimbulkan risiko signifikan terhadap kerentanan keamanan cyber, seperti pelanggaran data sensitif mahasiswa dan pegawai, penyalahgunaan wewenang, hingga gangguan operasional pelayanan publik yang dapat berdampak luas pada kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerentanan keamanan aplikasi SIGAP Sumatera Selatan secara komprehensif menggunakan metodologi Open Web Application Security Project (OWASP), khususnya melalui pengujian otomatis dengan alat OWASP ZAP. Pendekatan bersifat deskriptif dengan teknik black-box non-intrusif, mencakup pemindaian pasif (spidering dan forced browsing) serta aktif (active scan) terhadap komponen utama seperti autentikasi pengguna, parameter input, dan konfigurasi server. Analisis difokuskan pada OWASP Top 10 risiko terkini, termasuk injection (SQLi), broken access control, konfigurasi keamanan tidak aman, serta cross-site scripting (XSS). Hasil pengujian mengungkap 15 kerentanan dengan tingkat risiko bervariasi (rendah hingga tinggi), seperti potensi eksploitasi SQL injection pada form login, CSRF pada endpoint approval magang, dan pengungkapan informasi sensitif via error message. Secara kolektif, temuan ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap sistem. Rekomendasi mencakup penerapan enkripsi data end-to-end (AES-256), validasi input ketat dengan prepared statements, pembaruan patch keamanan berkala via automated tools, serta pelatihan rutin personel administrator mengenai best practices OWASP. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada penguatan ketahanan cyber aplikasi pemerintah daerah sekaligus menyediakan acuan metodologis bagi evaluasi keamanan sistem informasi serupa di Indonesia.