Shane Gerard, Anggrio
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PERILAKU KONSUMTIF GENERASI MILENIAL Immanuel Yitel Mandagie, Mikhael; Benhanan Devano Sibarani, Darrel; Shane Gerard, Anggrio
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5018-5024

Abstract

Perilaku konsumtif yang kian marak di kalangan generasi milenial adalah sebuah tantangan sosial yang tampaknya terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Gaya hidup ini tidak hanya memengaruhi individu secara pribadi, tetapi juga berdampak pada kelompok dalam masyarakat, menciptakan pola konsumsi yang berlebihan dan cenderung mengabaikan prinsip pengelolaan sumber daya yang bijaksana. Dalam konteks ini, artikel ini berusaha menggali lebih dalam bagaimana nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam Pancasila, khususnya kelima silanya, dapat diimplementasikan sebagai pedoman etis untuk mengurangi perilaku konsumtif. Setiap sila dari Pancasila menawarkan kerangka moral yang tidak hanya membentuk perilaku yang lebih bertanggung jawab secara individu, tetapi juga memperkuat solidaritas dan tanggung jawab sosial dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mendalam, mengacu pada literatur dari berbagai buku dan jurnal ilmiah untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari generasi milenial. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, jika dihayati dan diterapkan secara konsisten, dapat mendorong perubahan perilaku yang signifikan menuju pola hidup yang lebih hemat dan penuh tanggung jawab. Pengaruh dari internalisasi nilai-nilai ini juga dapat mencegah generasi milenial terjerumus dalam siklus gaya hidup yang boros dan berlebihan, yang pada akhirnya dapat merugikan baik secara individual maupun sosial.
INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PERILAKU KONSUMTIF GENERASI MILENIAL Immanuel Yitel Mandagie, Mikhael; Benhanan Devano Sibarani, Darrel; Shane Gerard, Anggrio
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5018-5024

Abstract

Perilaku konsumtif yang kian marak di kalangan generasi milenial adalah sebuah tantangan sosial yang tampaknya terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Gaya hidup ini tidak hanya memengaruhi individu secara pribadi, tetapi juga berdampak pada kelompok dalam masyarakat, menciptakan pola konsumsi yang berlebihan dan cenderung mengabaikan prinsip pengelolaan sumber daya yang bijaksana. Dalam konteks ini, artikel ini berusaha menggali lebih dalam bagaimana nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam Pancasila, khususnya kelima silanya, dapat diimplementasikan sebagai pedoman etis untuk mengurangi perilaku konsumtif. Setiap sila dari Pancasila menawarkan kerangka moral yang tidak hanya membentuk perilaku yang lebih bertanggung jawab secara individu, tetapi juga memperkuat solidaritas dan tanggung jawab sosial dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mendalam, mengacu pada literatur dari berbagai buku dan jurnal ilmiah untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari generasi milenial. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, jika dihayati dan diterapkan secara konsisten, dapat mendorong perubahan perilaku yang signifikan menuju pola hidup yang lebih hemat dan penuh tanggung jawab. Pengaruh dari internalisasi nilai-nilai ini juga dapat mencegah generasi milenial terjerumus dalam siklus gaya hidup yang boros dan berlebihan, yang pada akhirnya dapat merugikan baik secara individual maupun sosial.