Valentine Christina Heipon, Dinda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PENGAMANAN PINTU UTAMA (P2U) DALAM PENCEGAHAN PENYELUNDUPAN BARANG-BARANG TERLARANG DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Valentine Christina Heipon, Dinda
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5157-5162

Abstract

Tidak dapat dihindari kejadian masuknya barang-barang terlarang kedalam Lapas saat ini berdampak pula pada rawannya terjadi gangguan keamanan dan ketertiban dalam Lapas. banyaknya pemberitaan terkait kasus percobaan penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam Lapas melalui kunjungan, penitipan barang, pelemparan, dan sebagainya. Pengamanan Pintu Utama (P2U) sebagai salah satu bagian yang penting dalam mengawasi, memeriksa setiap pergerakan lalu lintas di dalam Lapas mulai dari barang ataupun orang yang datang ke dalam Lapas. P2U harus berperan aktif dalam melaksanakan pengamanan sebagai upaya Lapas dalam pencegahan terjadinya penyelundupan. Permasalahan dalam penelitian ini terkait peran P2U serta faktor-faktor yang menjadi kendala dalam kegiatan menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Kelas II Abepura. Penelitian ini bertujuan untum mengetahui peran serta kendala dalam pelaksanaan pengamanan pintu utama dalam mencegah penyelundupan barang-barang terlarang. Teori yang digunakan adalah teori peran dan konsep management securty. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui sumber data primer dan sekunder yang terdiri dari wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian perlu adanya evaluasi pada pemeriksaan barang dan orang saat masuk ke dalam Lapas, sarana prasarana Lapas, kualitas SDM Lapas. Kendala yang dialami adalah kondisi Lapas yang over crowded,  minimnya jumlah petugas pengamanan, intensitas jumlah pengunjung pada saat datang ke Lapas, integritas petugas , ketidakjujuran pengunjung yang datang ke Lapas, minimnya teknologi keamanan di Lapas.
PERAN PENGAMANAN PINTU UTAMA (P2U) DALAM PENCEGAHAN PENYELUNDUPAN BARANG-BARANG TERLARANG DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Valentine Christina Heipon, Dinda
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5157-5162

Abstract

Tidak dapat dihindari kejadian masuknya barang-barang terlarang kedalam Lapas saat ini berdampak pula pada rawannya terjadi gangguan keamanan dan ketertiban dalam Lapas. banyaknya pemberitaan terkait kasus percobaan penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam Lapas melalui kunjungan, penitipan barang, pelemparan, dan sebagainya. Pengamanan Pintu Utama (P2U) sebagai salah satu bagian yang penting dalam mengawasi, memeriksa setiap pergerakan lalu lintas di dalam Lapas mulai dari barang ataupun orang yang datang ke dalam Lapas. P2U harus berperan aktif dalam melaksanakan pengamanan sebagai upaya Lapas dalam pencegahan terjadinya penyelundupan. Permasalahan dalam penelitian ini terkait peran P2U serta faktor-faktor yang menjadi kendala dalam kegiatan menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Kelas II Abepura. Penelitian ini bertujuan untum mengetahui peran serta kendala dalam pelaksanaan pengamanan pintu utama dalam mencegah penyelundupan barang-barang terlarang. Teori yang digunakan adalah teori peran dan konsep management securty. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui sumber data primer dan sekunder yang terdiri dari wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian perlu adanya evaluasi pada pemeriksaan barang dan orang saat masuk ke dalam Lapas, sarana prasarana Lapas, kualitas SDM Lapas. Kendala yang dialami adalah kondisi Lapas yang over crowded,  minimnya jumlah petugas pengamanan, intensitas jumlah pengunjung pada saat datang ke Lapas, integritas petugas , ketidakjujuran pengunjung yang datang ke Lapas, minimnya teknologi keamanan di Lapas.