Dwi Lani Lubis, Aksella
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN KULTURAL DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN BANJIR PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN SETIA KECAMATAN BINJAI KOTA KOTA BINJAI Dwi Lani Lubis, Aksella; Rosramadhana, Rosramadhana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5127-5137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendekatan Kultural Dalam Menghadapi Permasalahan Banjir Pada Masyarakat di Kelurahan Setia Kecamatan Binjai Kota Kota Binjai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Banjir yang terjadi di Kelurahan Setia dikarenakan curah hujan yang tinggi di hulu sehingga banjir kiriman datang dari hulu, kondisi wilayah dengan tanah yang rendah, dan sebagian masyarakat masih membuang sampah dan limbah rumah tangga ke sungai. Strategi dalam pendekatan kultural yang dilakukan masyarakat sebelum banjir dimulainya kebiasaan tidak membuang sampah kesungai, melakukan gotong royong membersihkan parit dan sungai. Saat terjadinya banjir, mengevakuasi para korban dan memindahkan barang-barang korban ketempat yang aman. Selanjutnya kebiasaan saat pasca banjir adalah melaksanakan gotong royong membersihkan sampah-sampah dari sisa banjir, membantu mengeluarkan barang-barang yang terendam banjir untuk dijemur dan mengangkat barang-barang yang diungsikan kembali masuk kedalam rumah, serta membantu di dapur umum. Kemudian bentuk pengawasan yang dilakukan pemerintah setempat adalah melakukan pemantauan di sungai-sungai ketika hujan turun terus-menerus, ketika banjir terjadi akan segera didata, dibangunnya dapur umum serta posko kesehatan. Permasalahan banjir belum dapat terselesaikan karena wilayah Kelurahan Setia yang memang diapit oleh dua sungai serta rata-rata masyarakatnya tinggal di bantaran sungai. 
PENDEKATAN KULTURAL DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN BANJIR PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN SETIA KECAMATAN BINJAI KOTA KOTA BINJAI Dwi Lani Lubis, Aksella; Rosramadhana, Rosramadhana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5127-5137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendekatan Kultural Dalam Menghadapi Permasalahan Banjir Pada Masyarakat di Kelurahan Setia Kecamatan Binjai Kota Kota Binjai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Banjir yang terjadi di Kelurahan Setia dikarenakan curah hujan yang tinggi di hulu sehingga banjir kiriman datang dari hulu, kondisi wilayah dengan tanah yang rendah, dan sebagian masyarakat masih membuang sampah dan limbah rumah tangga ke sungai. Strategi dalam pendekatan kultural yang dilakukan masyarakat sebelum banjir dimulainya kebiasaan tidak membuang sampah kesungai, melakukan gotong royong membersihkan parit dan sungai. Saat terjadinya banjir, mengevakuasi para korban dan memindahkan barang-barang korban ketempat yang aman. Selanjutnya kebiasaan saat pasca banjir adalah melaksanakan gotong royong membersihkan sampah-sampah dari sisa banjir, membantu mengeluarkan barang-barang yang terendam banjir untuk dijemur dan mengangkat barang-barang yang diungsikan kembali masuk kedalam rumah, serta membantu di dapur umum. Kemudian bentuk pengawasan yang dilakukan pemerintah setempat adalah melakukan pemantauan di sungai-sungai ketika hujan turun terus-menerus, ketika banjir terjadi akan segera didata, dibangunnya dapur umum serta posko kesehatan. Permasalahan banjir belum dapat terselesaikan karena wilayah Kelurahan Setia yang memang diapit oleh dua sungai serta rata-rata masyarakatnya tinggal di bantaran sungai.Â