Gaya hidup erat kaitannya dengan kemajuan zaman dan teknologi. Seiring berjalannya waktu, teknologi semakin canggih, dan penerapan gaya hidup manusia dalam kehidupan sehari-hari juga semakin berkembang. Hedonisme adalah tindakan yang mengutamakan kesenangan dan kepuasan pribadi. Dalam konteks ini, penggunaan media sosial terlihat pada kecenderungan untuk membeli produk atau jasa secara berlebihan demi kebahagiaan sementara. Transformasi dinamika sosial dalam konteks konsumerisme dan hedonisme melalui media sosial mengacu pada perubahan cara masyarakat berinteraksi dan berperilaku, terutama terkait konsumsi barang dan jasa yang dipengaruhi oleh platform media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kemajuan teknologi di bidang media sosial mengubah dinamika sosial dalam konteks konsumerisme dan hedonisme, dengan menggunakan perspektif Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan fokus pada tinjauan pustaka dalam proses pengumpulan data, di mana literatur yang relevan dikaji untuk mendapatkan informasi. Analisis data meliputi tinjauan pustaka yang mendalam dan komprehensif, serta didukung dengan eksplorasi perilaku pada subjek penelitian, yaitu beberapa mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percepatan informasi di bidang media sosial mengubah dinamika sosial dalam konteks konsumerisme dan hedonisme di kalangan pelajar. Menggunakan perspektif utama Jean Baudrillard tentang simulasi, hiperrealitas, dan simbolisme, yang didukung oleh Paul Virilio mengenai kecepatan perolehan informasi, risiko bahaya, ruang, dan waktu, penelitian ini mengindikasikan bahwa perkembangan media sosial menciptakan realitas baru yang mempengaruhi perilaku konsumtif siswa. Selain itu, kebijakan pemerintah semakin memperkuat kapitalisme, mempercepat penerapan teknologi informasi, dan memperdalam fenomena konsumerisme dan hedonisme di kalangan pelajar.