Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI SERTA AKTUALISASINYA DALAM STUDI TAFSIR Basyir, Djazuli Ruhan
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 8, No 1 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/mumtaz.v8i01.874

Abstract

The purpose of this study is to develop a framework of thought regarding ontology, epistemology, and axiology in the interpretation of the Qur'an through a systematic approach in the philosophy of science. This study aims to identify, analyze, and construct a more comprehensive understanding of the three concepts, so that they can form a methodological basis that is relevant to the context of the interpretation of the Qur'an. By using the library study method, this study utilizes primary data from the main literature on the philosophy of science and 'Ulum al-Qur'an, as well as secondary data from journal articles and relevant academic documents. Primary data provides a strong conceptual foundation, while secondary data complements the analytical perspective by adding an applied context. This study highlights how ontology, epistemology, and axiology play a role as pillars in the formation of an interpretation methodology that is not only theoretical, but also applied. As a result, this study offers that through the systematics of ontology, epistemology, and axiology as a framework in a more holistic study of interpretation, it is able to answer modern challenges with relevance and depth, and contribute to the development of the method of interpretation of the Qur'an that integrates philosophical values in contemporary interpretation practices.
TEKTUALITAS DAN KONTEKSTUALITAS DALAM PENAFSIRAN DAN PENGARUHNYA BAGI KEHIDUPAN SOSIAL KEMASYARAKATAN Basyir, Djazuli Ruhan
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2024): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi nasab antara ahlul bait dengan habaib atau ba’alwi dalam perspektif Al-Qur’an secara tekstual maupun kontekstual dan pengaruhnya bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analistis deskriptif dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menemukan bahwa habaib atau ba’alwi bukan termasuk ahlul bait yang memiliki keistimewaan sebagaimana yang ditetapkan oleh Al-Qur’an dan hadis sahih dan pengaruhnya bagi kehidupan sosial kemasyarakatan adalah bahwa mereka tidak lagi dimuliakan seperti memuliakan ahlul bait, bila ada ulama dan orang saleh diantara mereka, maka dimuliakan karena keilmuan dan kesalehannya.
Rasionalitas Penafsiran Ibnul Qayyim Dalam Kitab Tafsir Badâi’ Al-Tafsîr Basyir, Djazuli Ruhan
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 6 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i6.756

Abstract

Kesimpulan dari tesis ini adalah bahwa Ibnul Qayyim al-Jauziyah diakui oleh banyak ulama sebagai mufassir abad ketujuh. Selain mampu mengekspresikan tafsirnya terhadap Al-Qur'an dengan metode bi al-ma'tsur, ia juga menyajikan tafsirannya dengan gaya bi al-ra' yi. Dalam menjelaskan penafsirannya menggunakan metode bi al-ra'yi, Ibnul Qayyim menyajikan banyak keunikan dan teorinya sendiri yang berbeda dari mufassir lain, termasuk berbeda dari beberapa cara penafsiran gurunya sendiri, Ibnu Taimiyah. Keunikan dan keunikan metode tafsir dalam menyajikan tafsir Al-Qur'an diikuti oleh sejumlah mufassir sesudahnya. Melalui penelitian dan analisis yang dilakukan terhadap tafsir Ibnul Qayyim dengan gaya bi al-ra'yi, umat Islam khususnya ulama tafsir lebih jauh mengenali gaya tafsir ini dan melahirkan kesadaran akan pentingnya dan besarnya manfaat tafsir bi al-rayi yang beliau sajikan kepada dunia penafsiran Al-Qur'an dalam membantu memahaminya secara luas dan mendalam. Sekaligus mengoreksi kesalahan persepsi yang telah dibangun selama ini dan kesalahpahaman umum yang menyatakan bahwa beliau hanyalah seorang mufassir yang menganut mazhab tafsir bi al-ma'tsur. Bahkan, hampir setengah dari tafsirnya terhadap Al-Qur'an bercorak bi al-ra'yi yang memberi warna tersendiri dalam dunia tafsir bi al-ra'yi. Tesis ini mendukung Muhammad Ali Ayazi (2012 M), yang menyatakan bahwa tafsir Ibnul Qayyim selain memiliki pola bi al-ma'tsur juga bi al-aqli al-ijtihadi. Temuan tesis ini berbeda dengan: Muhammad al-Madani (1775 M), Muhammad Abduh (1905 M), Rasyid Ridha (1935 M), Mahmud Syaltut (1963 M), Muhammad Abdullah Daraz (1858 M), Abul A'la al-Maududi (1979 M), yang menyatakan bahwa tafsir Ibnul Qayyim termasuk tafsir yang hanya bercorak bi al-ma'tsur.Tesis ini juga menemukan tujuh keunikan tafsirnya yang bercorak bi al-ra'yi yang ia sajikan menjadi beberapa macam keunikan: 1) menggagas teori-teori penafsiran yang orisinil, 2) memunculkan teori-teori penafsiran yang berangkat dari kritik terhadap realitas masyarakat, 3) mengedepankan metode deduktif, 4) terukur dalam mengekspresikan pola, metodologi dan bahasa, 5) cenderung mendekati hikmah hukum terhadap ayat-ayat hukum, 6) detail dalam diksi dan kedalaman substansi, 7) penggunaan istilah khusus dan aturan khas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode deskriptif analitis. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.