This Author published in this journals
All Journal SEMAR Mediagro
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI DESA BANDUNGHARJO KECAMATAN DONOROJO KABUPATEN JEPARA Ni'mah, Lu'lu'a Ulyn; Afifah, Fitria Noor; Subantoro, Renan; Awami, Shofia Nur
MEDIAGRO Vol 20, No 3 (2024): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v20i3.12318

Abstract

Banyaknya hasil produksi buah semangka di Desa Bandungharjo dan sifat buah semangka yang rawan busuk yang dapat menyebabkan harga jual menurun dan lembaga pemasaran yang kurang sigap dalam mendistribusikan hasil produksi buah semangka, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran buah semangka, mengetahui besarnya farmer’s share, margin pemasaran dan mengetahui efisiensi pemasaran di Desa Bandungharjo Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Metode dasar penelitian adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Penentuan responden petani dilakukan dengan metode purposive sampling (kesengajaan) yang berjumlah 24 responden. Penentuan responden pedagang menggunakan metode snowball sampling, berjumlah 11 responden pedagang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis farmer’s share, margin pemasaran, dan efisiensi saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan: ada tiga saluran pemasaran semangka di Desa Bandungharjo. Saluran pemasaran tingkat I : produsen-pedagang pengecer-konsumen. Saluran pemasaran tingkat II: produsen-pedagang pengepul-pedagang pengecer-konsumen. Saluran pemasaran tingkat III: produsen-pedagang pengepul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen. Pada saluran I total biaya pemasaran sebesar Rp566/kg, total keuntungan pemasaran Rp174/kg, total margin pemasaran Rp740/kg, farmer’s share sebesar 83,5% dan efisiensi pemasarannya sebesar 12,6%. Pada saluran II total biaya pemasaran sebesar Rp640/kg, total keuntungan pemasaran Rp1.801/kg, total margin pemasaran Rp2.258/kg,  farmer’s share sebesar 61,9% dan efisiensi pemasarannya sebesar 10,8%. Pada saluran III total biaya pemasaran sebesar Rp1.014/kg, total keuntungan pemasaran Rp2.149/kg, total margin pemasaran Rp2.980/kg, farmer’s share sebesar 55,5% dan efisiensi pemasarannya sebesar 15,1%. Pemasaran yang paling efisien yaitu saluran pemasaran II yang nilai persentasenya paling rendah diantara semua saluran.
Inovasi Berkelanjutan dalam Agribisnis: Kajian Literatur tentang Model Kewirausahaan Hijau Sasongko, Lutfi Aris; Ni'mah, Lu'lu'a Ulyn
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2025): Mediagro
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i1.12497

Abstract

Sustainable innovation in the agribusiness sector plays a crucial role in enhancing productivity, improving energy efficiency, and ensuring environmental sustainability. This article provides an in-depth discussion on the green entrepreneurship model, the factors that support or hinder the implementation of green innovations, and the role of digital technology in accelerating the transformation of the agribusiness sector. The research method employed in this study is a systematic literature review, in which data were collected and analyzed from various studies published in national and international journals over the past fifteen years. The findings indicate that green innovations, such as the adoption of the Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), blockchain, and the circular economy concept, significantly contribute to improving production efficiency while reducing negative environmental impacts. However, the implementation of these innovations faces several challenges, including high initial costs, a lack of supportive regulations, and resistance from farmers toward adopting new technologies. Support from the government, academia, the private sector, and farming communities is a key factor in promoting the adoption of green innovations in the agribusiness sector. This article recommends the need for more pro-green innovation policies, increased access to sustainable funding, and strengthened cross-stakeholder collaboration to establish a more resilient green agribusiness ecosystem. Through an integrated approach, green innovation is expected to serve as a tangible solution for developing a robust, efficient, and environmentally friendly agribusiness sector in the future. Keywords: Green Entrepreneurship, Agribusiness, Digital Technology, Circular Economy, Sustainability
Optimalisasi pemanfaatan lahan kosong sebagai sarana budidaya tanaman holtikultura oleh PKK Kalisegoro Awami, Shofia Nur; Muhtadin, Ahmad; Wijayanti, Puspita; Ni'mah, Lu'lu'a Ulyn
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110583

Abstract

Wilayah RT 04 RW 04 Kalisegoro yang dulunya merupakan lahan tegalan, sekarang sebagian wilayahnya beralih fungsi menjadi area kompleks perumahan. Meskipun sudah menjadi area perumahan, terdapat sebagian kecil lahan yang dibiarkan kosong, dan belum dimanfaatkan secara optimal, dikarenakan lahan tersebut sedianya untuk fasilitas umum area perumahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membenahi lahan, menata agar terlihat rapi, memotivasi warga dan memanfaatkan lahan kosong untuk berbudidaya tanaman hortikultura oleh ibu-ibu Dawis dan Anggota PKK RT 04. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2024. Metode pengabdian yang digunakan adalah pemberdayaan ibu-ibu dawis dan PKK melalui kegiatan pendampingan pemanfaatan lahan kosong, pembuatan sarana dan prasarana budidaya, sekaligus mengusahakan tanaman hortikultura. Tahapan kegiatan meliputi: koordinasi dan survei awal, perencanaan tata letak, perbaikan serta pembuatan sarana prasarana, pembinaan lapangan, dan monitoring. Kegiatan pengabdian melibatkan ibu-ibu anggota PKK dan Dawis di RT 04/04 Kalisegoro, serta dibantu 4 (empat) mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim. Hasil kegiatan diantaranya, tertatanya lahan menjadi rapi, semula dengan ukuran sekitar 130 m2, dibiarkan terbengkelai (belum dimanfaatkan), sekitar 4 x 10 m bagian lahan ditata ulang. Dari bagian lahan yang tertata, sebagian dibuat petak-petak tanam sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman hortikultura, selain itu lingkungan menjadi bersih dan dapat menghasilkan sayuran. Disisi lain motivasi ibu-ibu anggota PKK dan dawis untuk berbudidaya serta merawat tanaman menjadi meningkat. Tanaman hortikultura yang ditanam adalah tanaman cabai (cabai rawit dan cabai merah), tomat dan terong, yang masing-masing tanaman disediakan sejumlah 100 bibit. Akhir kegiatan, tanaman hortikultura yang dibudidayakan di lahan setempat, ternyata belum menghasilkan secara optimal dikarenakan ada hama dan penyakit yang menyerang, seperti hama belalang hijau, lalat buah, virus gemini dan penyakit hama layu.