Kearifan lokal Batik Sokaraja merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai historis dan artistik, serta menjadi simbol identitas bagi masyarakat Banyumas, Jawa Tengah. Dalam konteks pendidikan, Batik Sokaraja dapat dijadikan sebagai media untuk memperkuat identitas budaya dan membentuk karakter siswa. Penerapan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu cara efektif untuk mengintegrasikan kearifan lokal Batik Sokaraja dalam kurikulum sekolah. Melalui P5, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis tentang Batik Sokaraja, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan dan pelestarian batik, serta memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, seperti kerja keras, kreativitas, dan kebersamaan. Studi ini membahas pentingnya Batik Sokaraja dalam pendidikan, strategi implementasi P5, serta dampak positifnya terhadap pembentukan karakter dan identitas budaya siswa. Penelitian ini menjelajahi penerapan kearifan lokal, khususnya Batik Sokaraja, sebagai salah satu Warisan Budaya dalam Pendidikan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 2 Sokaraja tahun 2024. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak kegiatan P5 dalam memperkuat identitas budaya siswa dan menjaga warisan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan P5 tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tetapi juga membantu memperkuat rasa kebanggaan terhadap warisan budaya mereka, membentuk karakter siswa, dan memperdalam keterhubungan antara sekolah dan komunitas lokal. Temuan ini menyoroti pentingnya integrasi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang. Langkah-langkah ini memiliki implikasi penting dalam pembentukan identitas budaya siswa dan pembangunan masyarakat yang berwawasan luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan P5 mampu meningkatkan apresiasi siswa terhadap Batik Sokaraja, membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, serta memperkuat ikatan sosial dalam komunitas sekolah. Integrasi kearifan lokal melalui P5 tidak hanya berkontribusi pada pelestarian budaya, tetapi juga pada pengembangan pribadi siswa yang berkarakter dan berwawasan luas.