Br Bangun, Sempat Malem
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DINAMIKA BUDAYA EWUH PAKEWUH PADA KESEHATAN MENTAL ORANG JAWA Br Bangun, Sempat Malem; Peristianto, Sheila Varadhila; Wulandari, Nanda Yunika
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.18507

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak budaya "ewuh pakewuh" terhadap kesehatan mental masyarakat Jawa. "Ewuh pakewuh" adalah konsep budaya yang menggambarkan perasaan tidak enak atau sungkan dalam berinteraksi sosial, yang sering kali mengarah pada ketidakmampuan untuk mengekspresikan perasaan atau kebutuhan pribadi secara terbuka. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 2 individu Jawa dengan latar belakang sosial yang sama namun pada usia yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "ewuh pakewuh" memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental individu, termasuk kecemasan sosial, kurangnya perilaku asertif dan pengaruh disposisi situasional. Temuan ini menekankan pentingnya memahami konteks budaya dalam pendekatan kesehatan mental dan perlunya intervensi yang efektif terhadap budaya untuk mendukung kesejahteraan mental masyarakat Jawa. Kata Kunci: Ewuh Pakewuh, Kesehatan Mental, Orang Jawa  AbstractThis research aims to understand the impact of the "ewuh pakewuh" culture on the mental health of Javanese people. "Ewuh pakewuh" is a cultural concept that describes feelings of discomfort or reluctance in social interactions, which often leads to an inability to express personal feelings or needs openly. This study uses qualitative methods with in-depth interviews with 2 Javanese individuals with the same social background but at different ages. The results showed that "ewuh pakewuh" had a significant impact on individual mental health, including social anxiety, lack of assertive behavior and the influence of situational dispositions. These findings emphasize the importance of understanding the cultural context in mental health approaches and the need for effective cultural interventions to support the mental well-being of Javanese people. Keywords: Ewuh Pakewuh, Mental Health, Javanese