Penurunan penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) akibat perkembangan obat modern menjadi masalah mendesak yang mengurangi akses masyarakat terhadap pengobatan tradisional yang hemat biaya. Program revitalisasi TOGA di Desa Candipari, Porong, bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat yang mudah diakses. Metode yang digunakan melibatkan pendekatan partisipatif dengan Ibu-Ibu PKK, pembersihan taman, penambahan tanaman, dan edukasi manfaat TOGA. Hasilnya, revitalisasi ini berhasil mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk membeli obat-obatan modern dan menciptakan kemandirian kesehatan masyarakat. Studi ini menawarkan pendekatan inovatif dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui konservasi tanaman lokal sebagai solusi kesehatan dan ekonomi yang berkelanjutan. The decline in the use of Family Medicinal Plants (TOGA) due to the development of modern medicine has become a pressing problem that reduces community access to cost-effective traditional medicine. The TOGA revitalization program in Candipari Village, Porong, aims to improve community health and welfare using accessible medicinal plants. The methods used involve a participatory approach with PKK mothers, garden cleaning, adding plants, and educating the benefits of TOGA. As a result, this revitalization has reduced the costs incurred to purchase modern medicines and created community health independence. This study offers an innovative approach to empowering rural communities through local plant conservation as a sustainable health and economic solution.