Hendi, Vebry Deka
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Rendahnya Motivasi Belajar Peserta Didik di SMAN 4 Sumatera Barat (Sekolah Keberbakatan Olahraga) Melalui Konsep School Well-Being Hendi, Vebry Deka; Sylvia, Ike
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 4 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i4.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar peserta didik di SMAN 4 Sumatera Barat (Sekolah Keberbakatan Olahraga). Realita rendahnya motivasi belajar peserta didik terlihat melalui hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap peserta didik yang masuk melalui 4 jalur, yaitu PPLP, Seleksi Mandiri Keberbakatan Olahraga, Prestasi, Zonasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Sosial Emosional melalui konsep Teori School Well-Being yang dikembangkan oleh tokoh Konu dan Rimpela. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling, dengan jumlah informan 25 orang. Analisis data dilakukan dengan model Miles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar peserta didik, yaitu faktor internal meliputi (1) beragamnya jadwal kegiatan peserta didik karena variasi jalur masuk, (2) peserta didik keberbakatan olahraga memiliki cita-cita menjadi atlet nasional, (3) tidak terpenuhinya kebutuhan dasar peserta didik, (4) belum mandiri dalam belajar, sedangkan faktor eksternal yaitu (1) lingkungan belajar yang tidak kondusif, (2) dukungan orang tua belum maksimal. Temuan ini sesuai dengan asumsi teori sosial emosional dengan konsep school well-being, yaitu sekolah perlu menjamin terpenuhinya aspek yang memuaskan kebutuhan anggotanya baik itu material atau non-material, yaitu sosial (loving), pemenuhan diri (being), dan kesehatan (health) berdampak pada motivasi belajar peserta didik.