Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN PROGRAM DAPUR SEHAT ATASI STUNTING (DAHSYAT) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SUNGAI LIMAU: Implementation Of The Healthy Kitchen Program To Overcome Stunting (Dahsyat) In An Effort To Prevent Stunting In Sungai Limau Village Suci*, Ida Ayu; Mustiyah; Priskila, Apriana
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i3.156

Abstract

Stunting menjadi salah satu permasalahan di Desa Sungai Limau, yang ditandai dengan angka balita dengan pertumbuhan terhambat akibat kekurangan gizi kronis. Program Dapur Sehat dirancang sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengatasi stunting melalui edukasi dan intervensi gizi. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil dan keluarga tentang pentingnya pola makan bergizi, serta memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung keberlanjutan pangan sehat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan gizi, praktek memasak dengan bahan lokal bergizi, pendampingan, dan monitoring status gizi ibu hamil serta balita. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta khususnya para ibu hamil dan ibu yang memiliki balita yang dipilih melalui data posyandu setempat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang gizi seimbang, pola makan yang sehat, hidup sehat, dan aneka ragam membuat makanan bergizi. Selain itu, praktek langsung Dapur Sehat melatih dan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengaplikasikan pembuatan makanan yang sehat dan bergizi. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi yang terintegrasi dengan berbagai kalangan terkait antara lain perguruan tinggi, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, pemerintahan desa, tenaga kesehatan, masyarakat desa, yang dilakukan melalui edukasi dan pendampingan dapat menjadi solusi efektif dalam mencegah dan mengurangi stunting. Dapur Sehat direkomendasikan untuk direplikasi di desa lain dengan penyesuaian pada konteks lokal untuk memaksimalkan dampaknya terhadap kesehatan ibu dan anak