Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KONSTRUKSI DAN REPRESENTASI DISABILITAS PADA FILM MIRACLE IN CELL NO.7 VERSI INDONESIA Rahayu Andira, Fifi; Malayati, Robi’ah Machtumah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8183

Abstract

This study aims to analyze the construction of disability in the Indonesian version of the film Miracle in Cell No.7. The research employs an interpretive qualitative approach using John Fiske’s semiotic method. This approach is used to uncover the meaning of signs and codes that emerge through three levels: the level of reality, the level of representation, and the level of ideology, particularly in scenes portraying the main character, a father with intellectual disabilities. The results identify 16 scenes that construct the narrative of a disabled father’s sacrifice through visual elements, dialogue, and symbolism. However, the film also highlights the dilemma between promoting empathy for people with disabilities and reinforcing stereotypes of their helplessness. A critical perspective is encouraged in interpreting the film's representation, aiming for a more inclusive view of disability.
REPRESENTASI PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP DOKTRIN RADIKALISME ISIS PADA NETFLIX SERIES CALIPHATE Tarysha, Dinda; Malayati, Robi’ah Machtumah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8495

Abstract

Film secara luas digunakan sebagai alat untuk propaganda budaya maupun ideologis oleh para pembuat film. Demikian pula, serial Netflix berjudul "Caliphate" berfungsi sebagai film yang merepresentasikan ideologi radikalisme yang menargetkan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap manifestasi doktrin ISIS tentang perempuan dan untuk mengungkap bagaimana perempuan menolak doktrin radikal ISIS yang digambarkan dalam film "Caliphate". Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan memanfaatkan teknik analisis semiotik John Fiske. Hasil analisis mengungkap bahwa film tersebut menggambarkan bagaimana ISIS mengindoktrinasi perempuan untuk menjadi teroris melalui teknik-teknik sugestif dan komunikasi persuasif yang ditujukan pada mereka. Bentuk-bentuk perlawanan perempuan terhadap doktrin radikal ISIS yang digambarkan dalam serial "Caliphate" mencakup bentuk-bentuk perlawanan terbuka dan tersembunyi.
STRATEGI DAKWAH HABIB ALWI BIN MUHAMMAD AL ATTHOS DALAM MEMBENTUK AKHLAK PEMUDA DI KOTA BEKASI Dalimunthe, Achmad Nurfadillah; Malayati, Robi’ah Machtumah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 3 No 2 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v3i2.7071

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dua masalah utama: (1) Bagaimana Habib Alwi menggunakan strategi dakwah untuk membentuk akhlak pemuda di Kota Bekasi? dan (2) Bagaimana pendekatan Habib Alwi dalam membentuk akhlak pemuda di Kota Bekasi? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Implikasi dari penelitian ini meliputi strategi dakwah Habib Alwi dalam membentuk akhlak pemuda di Kota Bekasi, akar permasalahan pemuda di Kota Bekasi, dan respons pemuda Bekasi terhadap dakwah yang dilakukan oleh Habib Alwi. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) dakwah Habib Alwi Bin Muhammad Al Atthos menggunakan strategi bil-hal dengan memperhatikan juga ajaran bil-lisan, dan (2) pendekatan dakwah Habib Alwi Wadah Muhammad Al Atthos dalam membentuk karakter pemuda di Kota Bekasi adalah dengan menonjolkan kualitas keteladanan Nabi Muhammad SAW melalui interaksi yang meyakinkan dan menyenangkan untuk merangkul serta menginspirasi pemuda Bekasi tersebut.
KONSTRUKSI DAN REPRESENTASI DISABILITAS PADA FILM MIRACLE IN CELL NO.7 VERSI INDONESIA Rahayu Andira, Fifi; Malayati, Robi’ah Machtumah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8183

Abstract

This study aims to analyze the construction of disability in the Indonesian version of the film Miracle in Cell No.7. The research employs an interpretive qualitative approach using John Fiske’s semiotic method. This approach is used to uncover the meaning of signs and codes that emerge through three levels: the level of reality, the level of representation, and the level of ideology, particularly in scenes portraying the main character, a father with intellectual disabilities. The results identify 16 scenes that construct the narrative of a disabled father’s sacrifice through visual elements, dialogue, and symbolism. However, the film also highlights the dilemma between promoting empathy for people with disabilities and reinforcing stereotypes of their helplessness. A critical perspective is encouraged in interpreting the film's representation, aiming for a more inclusive view of disability.
REPRESENTASI PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP DOKTRIN RADIKALISME ISIS PADA NETFLIX SERIES CALIPHATE Tarysha, Dinda; Malayati, Robi’ah Machtumah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8495

Abstract

Film secara luas digunakan sebagai alat untuk propaganda budaya maupun ideologis oleh para pembuat film. Demikian pula, serial Netflix berjudul "Caliphate" berfungsi sebagai film yang merepresentasikan ideologi radikalisme yang menargetkan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap manifestasi doktrin ISIS tentang perempuan dan untuk mengungkap bagaimana perempuan menolak doktrin radikal ISIS yang digambarkan dalam film "Caliphate". Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan memanfaatkan teknik analisis semiotik John Fiske. Hasil analisis mengungkap bahwa film tersebut menggambarkan bagaimana ISIS mengindoktrinasi perempuan untuk menjadi teroris melalui teknik-teknik sugestif dan komunikasi persuasif yang ditujukan pada mereka. Bentuk-bentuk perlawanan perempuan terhadap doktrin radikal ISIS yang digambarkan dalam serial "Caliphate" mencakup bentuk-bentuk perlawanan terbuka dan tersembunyi.
Konstruksi Makna Hijab Dalam Film Merindu Cahaya De Amstel Karya Arumi e. Fadhilah, Chusnul; Malayati, Robi’ah Machtumah
Menara Tebuireng Vol 19 No 1 (2023): September
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari (UNHASY) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/menaratebuireng.v19i1.5136

Abstract

The association of hijab with the identity of Muslim women remains a subject of debate. Women have an important position in Islam. Islam is very concerned about the dignity and dignity of women. One of the social constructions formed by mass media is the social construction of veiled women. The social construction displayed by the mass media regarding veiled women fosters a certain image in society. Film is an audiovisual medium used to convey messages to groups of people congregating in a particular location. The main topic of discussion in this karya is the plot and specific details that are contained in the movie Merindu cahaya de Amstel. Qualitative research methods were used in this study. The purpose of this study is to describe the signs of the meaning of hijab and the structure of the meaning of hijab in the film Merindu Cahaya de Amstel by Arumi E. Maxstream Original and Unlimited Production. Utilized data collection techniques include document analysis and case study research. To answer the formulation of the problem described above, researchers use a qualitative approach using the semiotic analysis model of Charles Sanders Peirce. As a result, researchers found several meanings of hijab in the film Merindu Cahaya de Amstel: (1) The meaning of hijab as an identity Muslim women. (2) Maintain the social behavior of a Muslim woman. (3) Hijab embodying women with noble morals. (4) Exalting a person Muslimah. (5) Hijab as an obligation for Muslim women. Keywords: Construction, Meaning of Hijab, Semiotics.
STRATEGI DAKWAH YAYASAN AIR KITA MELALUI PEMANFAATAN AIR HUJAN UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Firdausi, Sazqia Al; Malayati, Robi’ah Machtumah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 2 No 2 (2023): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/.v2i2.4719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana Yayasan Air Kita memberdayakan masyarakat Winong Timur, Mojoagung, Jombang melalui pemanfaatan air hujan, serta strategi dakwah Yayasan Air Kita melalui pemanfaatan air hujan untuk pemberdayaan masyarakat di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode ini bertujuan untuk memahami fenomena yang sedang terjadi oleh subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Behaviorisme dan teori Dakwah Pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan masyarakat dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, pendidikan, sosial, spiritual, kesehatan, dan perubahan perilaku baik secara langsung maupun tidak langsung. Efek atau respons yang didapat Yayasan dari masyarakat berupa respons positif dan negatif. Respons positifnya antara lain masyarakat mau ikut andil dalam kegiatan di Yayasan Air Kita. Sedangkan respons negatifnya berupa masyarakat meragukan Yayasan Air Kita atau merendahkan Yayasan Air Kita.