This Author published in this journals
All Journal Tadbir Muwahhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Moderasi Beragama Pada Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila Abdul Azis, Achmad
TADBIR MUWAHHID Vol. 8 No. 2 (2024): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v8i2.15809

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis moderasi beragama ke dalam pengembangan kurikulum merdeka belajar pendidikan agama Islam untuk memperkuat profil pelajar pancasila dengan menganalisis penerapan, internalisasi  dan dampaknya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian studi pustaka (library research) melalui tinjauan literatur dan analisis konseptual. Pengumpulan data diperoleh dengan meninjau literatur yang relevan termasuk buku, dokumen, artikel dan kebijakan pendidikan, serta meninjau literatur online. Data yang terkumpul akan dianalisis secara cermat untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai integrasi moderasi beragama dalam pengembangan kurikulum merdeka belajar pendidikan agama Islam untuk memperkuat profil pelajar pancasila dan implikasi praktis dari ketiga konsep terintegrasi tersebut dalam konteks pendidikan saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasikan moderasi beragama ke dalam pengembangan kurikulum merdeka belajar pendidikan agama Islam untuk memperkuat profil pelajar pancasila, dapat membantu meningkatkan kesadaran dikalangan peserta didik tentang bahayanya intoleransi, ekstremisme, dan radikalisme. Selain itu, moderasi beragama dalam pengembangan kurikulum merdeka belajar pendidikan agama Islam dalam memperkuat profil pelajar pancasila memberikan dampak positif bagi peserta didik dengan meningkatkan pemahaman peserta didik tentang moderasi beragama dan Pancasila pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, diantaranya melalui toleransi, kepekaan terhadap perbedaan, pengembangan karakter, kebijaksanaan individu, pemikiran kritis dan kreativitas, serta penanaman sikap moderat dalam kehidupan sehari-hari melalui pendekatan holistik dan pembelajaran kolaboratif serta pemecahan masalah melalui proyek Kontekstual.