(Implementation of LAPOR Platform as a Digital-Based Community Complaint System in Malang City) Indonesia has implemented the Online People's Aspiration Complaints Service System (LAPOR), a significant innovation that contributes to improving the timeliness, transparency and accountability of public services. This approach has been implemented in Malang City in an effort to increase the effectiveness of services provided to the community. The research objective of this article is to assess how well the community participates in improving services through LAPOR in Malang City and to provide an overview of the function of online complaint platforms in improving regional public service standards. This research uses a mixed method where questionnaires are used as a technique for collecting primary data, on the other hand, interviews, observation and documentation are used as techniques for collecting secondary data. The results of the research show that several regional apparatuses in Malang City are quick to respond to public complaints where the average responsiveness for SAMBAT WEB and SAMBAT SMS is 93.67% and 84.85% respectively, meaning that the online complaint system has succeeded in meeting the community's expectations and requests. of complaints quickly and effectively. Abstrak Indonesia telah menerapkan Sistem Layanan Pengaduan Aspirasi Rakyat Online (LAPOR), sebuah inovasi signifikan yang berkontribusi terhadap peningkatan ketepatan waktu, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Pendekatan ini telah diterapkan di Kota Malang dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Tujuan Penelitian pada artikel ini adalah untuk menilai seberapa baik partisipasi masyarakat dalam peningkatan pelayanan melalui LAPOR di Kota Malang dan untuk memberikan gambaran tentang fungsi platform pengaduan online dalam meningkatkan standar pelayanan publik daerah. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method) dimana kuesioner dijadikan sebagai teknik untuk mengumpulkan data primer, di sisi lain wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai teknik untuk mengumpulkan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa perangkat daerah di Kota Malang cepat tanggap terhadap pengaduan masyarakat dimana responsitas rata-rata untuk SAMBAT WEB dan SAMBAT SMS masing-masing adalah 93,67% dan 84,85% artinya sistem pengaduan online telah berhasil memenuhi harapan dan permintaan masyarakat akan pengaduan yang cepat dan efektif.