Azibur Rahman
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HALAL TOURISM : Ghirah Tadabbur Alam dalam Tafsir Jawahirul Quran Azibur Rahman
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 5 No. 3 (2024): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/takwiluna.v5i3.1671

Abstract

Abstrak Halal Tourism atau pariwisata halal merupakan konsep pariwisata yang mengutamakan nilai-nilai Islam dalam segala aspek, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga destinasi wisata yang mendukung prinsip-prinsip syariah. Salah satu pendekatan yang dapat dipahami dalam konteks Halal Tourism adalah melalui konsep "ghirah" (semangat atau gairah) dan "tadabbur alam" (merenungkan alam) dalam tafsir al-Qur’an. Dalam tafsir Thantawi Jauhari, pemahaman tentang alam bukan hanya sebagai ciptaan Tuhan yang dapat dilihat secara fisik, tetapi juga sebagai sarana untuk merenung dan mengambil hikmah. Ghirah yang tinggi terhadap penciptaan alam akan mendorong umat Muslim untuk lebih menghargai dan menjaga lingkungan serta memanfaatkannya secara halal dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini berbasis ground research yaitu suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisis perbandingan yang bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori di mana pengumpulan data dan Analisa data berjalan pada waktu yang bersamaan.Melalui pendekatan ini, Halal Tourism tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi wahana untuk mendalami makna spiritual dan menjaga keberlanjutan alam. Dalam konteks ini, Thantawi Jauhari memberikan wawasan yang relevan untuk mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mengutamakan keuntungan duniawi, tetapi juga memiliki dimensi moral dan spiritual yang mendalam. Dengan demikian, pemahaman tentang ghirah dan tadabbur alam dalam tafsir Thantawi Jauhari menjadi landasan penting dalam pengembangan konsep Halal Tourism yang lebih holistik dan berkelanjutan. Kata Kunci; Halal Tourism, Tadabbur, Thantawi Jauhari
Kajian Tematik tentang Malaikat Azibur Rahman; Wahyu Aditama
FIRDAUS Vol 3 No 01 (2024): FIRDAUS: Jurnal Keislaman, Pemikiran Islam dan Living Qur'an
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the study of moral beliefs, knowing angels is the second thing that is usually explained by scholars after introducing the chapter on moral beliefs to Allah Ta'ala. By nature, angels are creatures that are invisible or supernatural. So, the first capital in knowing angels is to believe in them, which is part of the pillars of faith of Muslims. The aim of this research is of course for us to know and recognize angels from the source of the Koran and the interpretations of interpretive scholars. By knowing angels, a Muslim's faith increases and can also motivate a Muslim to always do good deeds. This writing method uses literature study, which the author took from various journals and books of interpretation. Of the many verses about angels, the author includes the first verse in the composition of the Al-Quran manuscripts which explains angels. To sharpen it, he added verses about other angels. Various tasks are mandated by Allah Ta'ala to angels, such as chanting tahmid, tasbih and so on. So, there is also one of the characteristics of angels that Allah Ta'ala created that can influence humans so that they tend to do good. Keywords : Angel, Interpretation, Thematic, Belief, Morality
DIALEKTIKA STRUKTUR DAN AGENSI : Kontestasi Makna Living Qur’an pada Santri dan Alumni PP. Ar-Riyadhoh Klaten El Tsalitsah, Durrotunavisah; Muhammad Ibadurrochman; Azibur Rahman
AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 11 No 2 (2025): Al ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : STAI AL-ANWAR SARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47454/alitqan.v11i2.1186

Abstract

Amid rapid socio-cultural change, the sustainability of Qur’anic memorization beyond pesantren walls remains a critical yet underexplored issue in Living Qur’an studies. This research aims to examine how structural systems shape memorization practices, how actors construct the meaning of Living Qur’an, and how structure–agency contestation emerges in post-pesantren contexts. Employing a qualitative phenomenological design, data were collected through in-depth interviews with students, alumni, and teachers, and analyzed using thematic coding and comparative matrix analysis to identify essential patterns. Findings reveal a direct relationship between institutional structure (scheduled muroja’ah, sima’an partnership, layered evaluation) and the stability of memorization practices within the pesantren. However, an indirect effect occurs when a strong structural dependency weakens self-regulation, resulting in diminished continuity after graduation. The rhetoric–practice gap further shows that “living” the Qur’an is frequently reduced to ritual preservation rather than ethical transformation. Implications highlight the need for transition-oriented pedagogy that gradually shifts external control toward autonomous agency without overstating rejected assumptions about structural rigidity. The study contributes theoretically by advancing an ecological-structurational framework, integrating Bourdieu’s habitus and Giddens’ structuration theory to reconceptualize Living Qur’an as a dynamic interaction between system and actor.
Khauf Perspektif Buya Hamka (Studi Analisis Terhadap Ayat-Ayat dalam Tafsir Al- Azhar) akhidatus, riris; Azibur Rahman
FIRDAUS Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : FIRDAUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan. Pertama, bagaimana penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat khauf. Kedua, bagaimana implementasi khauf perspektif Buya Hamka dalam tafsir Al Azhar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik telaah dokumen, selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif, analisis, dengan pola pikir deduktif, yakni ayat-ayat tentang khauf yang dikaitkan dengan perasaan seseorang yang sedang gelisah atau takut. Hasil penelitian, menyimpulkan bahwa khauf menurut hamka adalah rasa takut yang timbul karena adanya adzab, siksa dan kemurkaan Allah. Menurut analisis khauf memiliki dua formulasi yaitu khauf positif dan khauf negatif. Problematika yang muncul yakni sebagian orang memiliki perasaan takut yang positif dan takut yang negatif. Khauf positif yaitu rasa takut yang membuat seseorang untuk bersikap hati-hati dalam mengambil segala tindakan. Sedangkan khauf negatif itu rasa takut yang termasuk bagian dari penyakit rohani atau jiwa. Rasa takut seperti itu dapat mengganggu kepribdian seseorang.Dari kesimpulan di atas, diharapkan kepada berbagai pihak untuk mengetahui bahwa formulasi khauf memiliki dua macam sehingga seseorang bisa menepatkan rasa khauf sesuai dengan tempatnya.