Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN REAKTOR BIOGAS DI DUKUH PRINGSURAT DESA NGLORO KECAMATAN SAPTOSARI KABUPATEN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA Muhamad Kusnendar
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.962 KB)

Abstract

Lokasi penempatan pembuatan DIGESTER adalah di Dukuh Pringsurat, Desa Ngloro, KecamatanSaptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Dukuh Pringsurat. Secara umum penduduk DesaPringsurat bermata pencaharian sebagai Buruh Tani. Sedangkan sawah dan ladang di dusunPringsurat mayoritas membudidayakan Tanaman Padi, Jagung, dan Kacang Tanah. Selainpencaharian pokok tersebut banyak warga dukuh Pringsurat memiliki sampingan untuk ternakkambing dan sapi. Kotoran ternak seringkali menimbulkan dampak lingkungan. Misalnya bau busukyang menyengat bila penanganannya tidak serius, sehingga dapat mengganggu masyarakat sekitar.Untuk itu perlu diusahakan pemanfaatan kotoran ternak tersebut menjadi bentuk lain yang lebihbermanfaat, misalnya diubah menjadi biogas. Biogas merupakan salah satu sumber energiterbarukan yang dapat menjawab kebutuhan energi alternatif. Biogas adalah gas yang dihasilkandari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme dalam keadaan anaerob. Metodekegiatan dalam pembuatan reaktor biogas antara lain membutuhkan alat las, martil, pahat besi,gergaji besi, penggaris dan mesin bubut. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembuatan rekatorbiogas dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dengan memanfaatkan alat yang mudah.Biogas juga dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti LPG dan biogas yang dihasilkanpun menunjukkan kadar metanese sebesar 47% mol.
Deskripsi Topik Pembicaraan yang Tidak Menyinggung Privasi Bagi Penutur Bahasa Jepang dan Penutur Bahasa Indonesia Sonda Sanjaya; Muhamad Kusnendar
Journal of Japanese Language Education and Linguistics Vol 2, No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jjlel.2112

Abstract

This descriptive quantitative study aims at finding out conversational topics being talked about by Japanese and Indonesian speakers when they meet people for the first time. Additionally, this study also explores conversational topics among Japanese speakers, which are considered as non-private by Indonesian speakers. Furthermore, the conversational topics among Indonesian speakers, which are considered as non-private by Japanese speakers, were also investigated. To collect the data, survey technique was employed. 93 Japanese speakers and 101 Indonesian speakers voluntarily took part in this study. The data analysis revealed that the conversational topics among Japanese speakers, which have ever been talked about in their first contact included name, hobby, hometown, weather, vacation, workplace, current issues, family, social media accounts, birthday, re-lationship status, email address, address, mobile phone number, children, marital status, employment status, salary, as well as the content of their wallet, bedroom, mobile phone and computer. Meanwhile, the conversational topics among Indonesian speakers, which have ever been talked about in their first contact included name, workplace, hometown, address, hobby, employement status, family, current issues, mobile phone number, social media accounts, children, vacation, marital status, weather, and email address. In addi-tion, conversational topics among Japanese speakers, which are considered as non-pri-vate by Indonesian speakers included name, hobby, hometown, weather, vacation, work-place, current issues, family, social media accounts, birthday, email account, address, mobile phone number, children, and employment status. The conversational topics among Indonesian speakers, which are considered as non-private by Japanese speakers included name, workplace, hometown, hobby, family, current issues, children, vacation and weather.  
Penerapan Metode Aquaponik Dengan Budikdamber Di Desa Pagejugan Brebes Jawa Tengah Muhammad Arkan Assadudin; Delya Ayuningtyaswati; M. Ryan Prasetyo; Adinda Novi Pamukti; Muhammad Hisyam Chofifi; Adam Bahari; Yoga Prananda Utama; Yusuf Palaguna; Muhamad Kusnendar
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.62.1218

Abstract

Metode aquaponik dengan teknik budikdamber (budidaya ikan dalam ember) ialah penggabungan antara akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya sayuran) dalam satu ember yang merupakan sistem aquaponik. Pelaksanaan kegiatan di latar belakangi oleh lahan yang sempit untuk pertanian dan pembudidayaan ikan, serta kurangnya pengetahuan dan antusias oleh warga Desa Pagejugan setempat. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang budidaya aquaponik. Hasil dari pelatihan ini adalah membentuk kemandirian pangan dan gizi bagi masyarakat dengan meningkatkan pemahaman warga dalam pembudidayaan aquaponik, serta bisa menghasilkan dua produk sekaligus dalam satu unit produksi sehingga memperkuat perekonomian warga Desa Pagejugan.