Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Faktor pada Stunting di Jawa Timur Tahun 2021 Menggunakan Metode Principal Component Analysis (PCA) Damar Rabbani, Dzakki
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 11 (2024): Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i11.275

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada kesehatan fisik dan kognitif. Untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada kejadian Stunting, diperlukan indikator yang mencakup berbagai aspek seperti kesehatan, akses sanitasi, pendidikan, dan status sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian Stunting di Jawa Timur pada tahun 2021 dengan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Metode PCA diterapkan untuk mereduksi data yang terdiri dari banyak variabel saling berkorelasi menjadi komponen utama yang lebih kecil namun tetap mempertahankan informasi utama dari data asli. Penelitian ini menggunakan 9 variabel dengan jumlah data sebanyak 38 data yang memengaruhi Stunting di Jawa Timur pada tahun 2021. Hasil penelitian ini menganalisis sembilan variabel dengan 38 data observasi yang meliputi faktor kesehatan, akses sanitasi, status sosial ekonomi, dan pendidikan. Setelah dilakukan analisis, dua faktor utama ditemukan: faktor kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, yang mencakup sanitasi, imunisasi, indeks kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pernikahan dini; serta faktor kesehatan dasar dan akses sanitasi, yang mencakup pemberian ASI dan akses air minum layak. Kedua faktor tersebut menjelaskan 69,488% dari total variansi data. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua faktor utama tersebut merupakan elemen kunci yang memengaruhi Stunting di Jawa Timur. Hasil ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang lebih efektif dalam menurunkan angka Stunting di daerah tersebut.
Analisis Pengaruh Faktor pada Stunting di Jawa Timur Tahun 2021 Menggunakan Metode Principal Component Analysis (PCA) Damar Rabbani, Dzakki
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 11 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i11.275

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada kesehatan fisik dan kognitif. Untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada kejadian Stunting, diperlukan indikator yang mencakup berbagai aspek seperti kesehatan, akses sanitasi, pendidikan, dan status sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian Stunting di Jawa Timur pada tahun 2021 dengan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Metode PCA diterapkan untuk mereduksi data yang terdiri dari banyak variabel saling berkorelasi menjadi komponen utama yang lebih kecil namun tetap mempertahankan informasi utama dari data asli. Penelitian ini menggunakan 9 variabel dengan jumlah data sebanyak 38 data yang memengaruhi Stunting di Jawa Timur pada tahun 2021. Hasil penelitian ini menganalisis sembilan variabel dengan 38 data observasi yang meliputi faktor kesehatan, akses sanitasi, status sosial ekonomi, dan pendidikan. Setelah dilakukan analisis, dua faktor utama ditemukan: faktor kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, yang mencakup sanitasi, imunisasi, indeks kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pernikahan dini; serta faktor kesehatan dasar dan akses sanitasi, yang mencakup pemberian ASI dan akses air minum layak. Kedua faktor tersebut menjelaskan 69,488% dari total variansi data. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua faktor utama tersebut merupakan elemen kunci yang memengaruhi Stunting di Jawa Timur. Hasil ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang lebih efektif dalam menurunkan angka Stunting di daerah tersebut.