Perkembangan digitalisasi telah mempengaruhi cara penyebaran dakwah, terutama di kalangan generasi Z. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya popularitas pendakwah perempuan, Halimah Alaydrus dan Umi Laila, di media sosial. Dalam konteks ini, mediatisasi agama memainkan peran penting dalam membentuk cara generasi muda memahami dan mengkonsumsi ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fenomena mediatisasi agama mempengaruhi popularitas kajian yang disampaikan oleh Halimah Alaydrus dan Umi Laila di media sosial serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap daya tarik mereka di kalangan generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi akun media sosial kedua pendakwah dan analisis literatur terkait untuk memahami pola interaksi dan penyampaian pesan dakwah. Penelitian menunjukkan bahwa kedua pendakwah berhasil menarik perhatian generasi Z melalui pendekatan yang modern dan relatable. Halimah Alaydrus dikenal dengan gaya penyampaian yang tenang dan lugas, sementara Umi Laila menggabungkan nasyid dan humor dalam dakwahnya, menjadikannya lebih menarik dan interaktif. Mediatisasi agama di ruang digital telah mengubah cara dakwah diterima oleh generasi muda. Popularitas Halimah Alaydrus dan Umi Laila menjadi contoh bagaimana pesan agama dapat disampaikan secara efektif melalui platform media sosial, menciptakan identitas baru di kalangan generasi Z.