Air ballast yang digunakan kapal untuk menjaga stabilitas seringkali menjadi sumber pencemar serius bagi lingkungan perairan karena mengandung berbagai kontaminan, terutama Total Suspended Solid (TSS) dan logam berat Timbal (Pb). Kedua parameter ini berbahaya karena TSS meningkatkan kekeruhan dan menurunkan penetrasi cahaya bagi organisme akuatik, sedangkan Pb bersifat toksik dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses elektrokoagulasi dengan penambahan senyawa Hidrogen Peroksida (H2O2) dalam menurunkan konsentrasi TSS dan Pb pada air ballast. Metode penelitian dilakukan pada skala laboratorium menggunakan reaktor elektrokoagulasi berbahan elektroda aluminium dengan variasi dosis H2O2 (0, 9, 18, dan 27 gram), jarak antar elektroda (3 cm, 4 cm, 5 cm), serta waktu reaksi (30, 60, dan 90 menit). Parameter TSS dianalisis menggunakan metode gravimetri, sedangkan konsentrasi Pb diuji menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan H2O2 memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan TSS. Efisiensi penyisihan meningkat dari 84,6% pada kondisi tanpa penambahan H2O2 hingga mencapai 98,9% pada dosis 27 gram. Untuk parameter Pb, penyisihan sudah sangat tinggi bahkan tanpa H2O2, dengan efisiensi mencapai 99,8%. Variasi jarak elektroda optimal diperoleh pada 5 cm, sedangkan waktu reaksi paling efektif adalah 90 menit. Secara keseluruhan, kombinasi elektrokoagulasi dan oksidasi H2O2 terbukti meningkatkan kinerja penurunan TSS secara signifikan, sedangkan untuk logam Pb, metode elektrokoagulasi saja sudah cukup efektif memenuhi baku mutu lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi pengolahan air ballast yang sederhana, efisien, dan ramah lingkungan untuk diaplikasikan pada industri perkapalan di Indonesia.