Ardanantya, I Gusti Ayu Mira
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Keberlanjutan Ekowisata dan Ekonomi Lokal Melalui Budidaya Lebah Trigona Sumandya, I Wayan; Pranata, I Kadek Yudha; Dharmadewi, A.A.Istri Mirah; Wijaya, Made Agus; Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Suryawan, I Putu Pasek; Adnyani, I Gusti Ketut; Ardanantya, I Gusti Ayu Mira; Yuda, I Putu Darma; Leonita, A Tiurma Silvia; Herawati, Desak Made Echa
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Abdi Masyarakat Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v4i2.79

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan ekologis dan ekonomi di Taman Wisata Samblong melalui budidaya lebah Trigona. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, yang melibatkan Kelompok Sadar Wisata Harmoni Pertiwi Bali. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang budidaya lebah, peningkatan produksi madu hingga 200 ml per sarang dalam panen pertama, serta diversifikasi produk seperti propolis dan bee pollen. Program ini juga berhasil meningkatkan daya tarik wisata melalui inisiatif ekowisata edukatif. Dengan pendekatan ini, keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal dapat terwujud, menjadikan Taman Wisata Samblong sebagai model ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini memberikan kontribusi pada literatur pengabdian masyarakat dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan.   This community service program aims to support ecological and economic sustainability in Samblong Tourism Park through Trigona bee cultivation. The implementation method includes socialization, training, and mentoring, involving the Harmoni Pertiwi Bali Tourism Awareness Group. The results show an increase in community knowledge about bee cultivation, an increase in honey production of up to 200 ml per hive in the first harvest, and product diversification such as propolis and bee pollen. This program has also succeeded in increasing tourist appeal through educational ecotourism initiatives. With this approach, environmental sustainability and the welfare of local communities can be realized, making Samblong Tourism Park a model of community empowerment-based ecotourism. This program contributes to the literature on community service in relation to sustainable local resource management.
ETNOMATEMATIKA BADE DI BALI: KONTEKSTUALISASI KONSEP GEOMETRI UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERMAKNA Ardanantya, I Gusti Ayu Mira; Yanti, Ni Made Tia Dwi; Arthika, Ngakan Made Herrie Sagita; Sumandya, I Wayan
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v11i2.8231

Abstract

Kajian yang mengaitkan matematika dengan kebudayaan dalam usaha pengembangan dan mengeksplorasi pembelajaran matematika dikenal dengan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur matematika yang terdapat dalam bade sebagai sarana dalam pemakaman jenazah di Bali serta mengintegrasikannya menjadi bahan ajar matematika yang bermakna. Desain penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode studi etnografi dan metode eksplorasi dalam proses pengumpulan data. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa undagi bade menerapkan konsep entomatematika dalam proses pembuatan bade. Etnomatematika yang didapatkan berkaitan dengan konsep yang ada pada matematika seperti pola bilangan ganjil, kesebangunan, konsep geometri dan perbandingan. Proses undagi mendapatkan pengetahuan dengan belajar meniru pada undagi yang lebih berpengalaman. Berdasarkan hasil dari proses integrasi muatan matematika, etnomatematika dapat membantu melestarikan budaya serta menghasilkan sumber belajar matematika yang bermakna sejalan dengan respon positif yang diberikan oleh siswa dan guru setelah penggunaan media pembelajaran etnomatematika.